SATELITNEWS.COM, SERANG – Pemprov Banten mengklaim, masih optimis kondisi investasi akan terus mengalami peningkatan, seiring dengan pengembangan wilayah yang sudah dilakukan dalam rangka mendukung itu.
Padahal, badai Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) sudah berulang terjadi di sejumlah perusahaan padat karya di Provinsi Banten seperti PT Nikomas Gemilang, PT KMK Global Sport dan yang terakhir pabrik pakaian Puma yang merumahkan 1.163 karyawan menjelang lebaran Idul Fitri 1444 hijriah kemarin.
Pj Gubernur Banten Al Muktabar, seusai menghadiri acara HUT Kota Cilegon ke-24, Kamis (27/4/2023) mengatakan, pihaknya akan menggiatkan peningkatan SDM serta hilirisasi pada seluruh perusahaan yang ada, sehingga dengan begitu masyarakat sekitar bisa terbantu dalam rangka peningkatan ekonominya.
“Kita akan terus giatkan itu, bagaimana investasi itu bisa berdampak positif dari mulai hulu sampai hilirnya,” kata Al.
Dengan metode hilirisasi itu, lanjutnya, maka keberadaan industri yang ada akan semakin berdampak langsung kepada masyarakat dan juga ketenagakerjaan itu sendiri.
“Saya juga menyampaikan di berbagai kesempatan bahwa Banten secara keseluruhan, termasuk di Kota Cilegon, sampai saat ini masih menjadi tujuan utama dalam rangka investasi. Maka dari itu kita perlu mendorong untuk peningkatan kompetensinya,” jelasnya.
Baca Juga: Damenta Kosongkan Posisi Pj Sekda Banten
Oleh karenanya, tambah Al, Pemerintah Daerah akan melakukan upaya peningkatan kemampuan SDM yang ada, termasuk link and mach antara dunia industri dengan pendidikan.
Dengan begitu maka, daya dukung kita terhadap kebutuhan tenaga kerja yang dibutuhkan akan semakin siap.
“Ini adalah satu kesatuan yang harus dilakukan secara bersama agar mewujudkan satu kondusifitas bersama yang akan berdampak baik bagi kinerja pembangunan,” ungkapnya.
Sebelumnya, Pemprov merilis nilai investasi yang masuk ke Provinsi Banten sepanjang tahun 2022 mencapai Rp80,2 triliun.
Besaran investasi itu didominasi oleh investor asing atau Penanaman Modal Asing (PMA) yang mencapai Rp48,94 triliun, dengan jumlah proyek sebanyak 4.364 atau 61,01 persen dari total investasi yang masuk ke Banten.
Sedangkan untuk investor dalam negeri atau Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) di Provinsi Banten berkontribusi sebesar 38,99 persen, dengan nilai investasi Rp31,28 triliun dengan jumlah proyek yang dikerjakan sebanyak 11.622.
Baca Juga: Pj Gubernur Soroti Kinerja Plt Kadis, Dianggap Kurang Efektif
Kepala Dinas Penanaman Modal Perizinan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Provinsi Banten Virgojanti mengatakan, dari jumlah itu investasi yang masuk ke Kota Cilegon menduduki yang paling tinggi dibandingkan daerah lainnya dengan nilai investasi yang masuk mencapai Rp32,95 triliun, disusul Kabupaten Tangerang sebesar Rp18,94 triliun, Kota Tangerang Rp13,05 triliun, Kabupaten Serang Rp6,71 triliun, Kabupaten Lebak Rp4,16 triliun, Kota Tangerang Selatan Rp3,53 triliun, Kabupaten Pandeglang Rp545 miliar dan Kota Serang Rp 313 miliar.
“Berdasarkan bidang usahanya, realisasi investasi bidang Kimia dan Farmasi adalah bidang usaha yang paling mendominasi yakni mencapai Rp21,65 triliun. Kemudian bidang usaha Perumahan, Kawasan Industri dan Perkantoran menduduki peringkat kedua dengan nilai investasi mencapai Rp13,77 triliun, bidang usaha Listrik, Gas dan Air senilai Rp10,69 triliun. Industri Makanan senilai Rp5,95 triliun dan bidang usaha Jasa Lainnya terealisasi sebesar Rp5,46 triliun,” jelasnya.
Diakui Al, banyak capaian yang sudah dilakukan oleh Pemkot Cilegon. Akan tetapi, dengan capaian yang telah diraih tersebut diharapkan dapat dijadikan sebagai pendorong untuk terus meningkatkan kinerja pembangunan di Kota Cilegon dan Provinsi Banten.
“Tentu kita tidak bisa berpuas diri dengan pencapaian itu saja oleh karenanya kita masih harus terus meningkatkan kinerja pembangunan ini,” katanya.
Ia juga berharap Cilegon sebagai satu di antara 8 Kabupaten/Kota di Provinsi Banten yang mengisi pembangunan secara berjenjang. Sehingga Cilegon maju, Banten maju dan Indonesia maju.
“Tentu itu tidak bisa kita capai dengan sendiri, kita harus capai dengan bersama, oleh karenanya kata kunci kita harus kompak dan gotong royong. Itu harus terus kita jaga dan mudah-mudahan dengan begitu maka pada akhirnya pencapaian bersama itu kesejahteraan masyarakat dapat kita wujudkan,” sambungnya.
Selain itu, Al mengajak kepada semua pihak untuk dapat bersama-sama berperan dalam dalam upaya pengendalian inflasi, penanganan kemiskinan ekstrim, stunting dan gizi buruk.
“Pelayanan dasar untuk peningkatan SDM itu harus terus-menerus kita siapkan dan kita akan bersama,” tandasnya.
Sementara, Walikota Cilegon Helldy Agustian mengatakan, Hari Jadi Kota Cilegon diharapakan dapat dijadikan sebagai momentum evaluasi atas apa yang telah dikerjakan selama ini oleh Pemerintah Provinsi Banten.
Ia juga menyampaikan, atas beberapa prestasi-prestasi yang saat ini telah diraih oleh Pemerintah Kota Cilegon merupakan hasil dari kerjasama tim yang baik antara Pemerintah Kota Cilegon, DPRD Kota Cilegon serta stakeholder terkait lainnya.
“Tahun 2022 laju pertumbuhan ekonomi tumbuh 4,50 persen dan realisasi investasi Kota Cilegon dari target Rp 9 Triliun tapi teralisasi menjadi Rp32,9 Triliun dan itu menjadi yang terbesar di Provinsi Banten,” ujarnya.
Disampaikannya, pada Hari Jadi Kota Cilegon ke-24 Tahun ini mengusung tema ‘Bersinergi Membangun Kota Modern dan Bermartabat’ untuk menjadi pemicu semangat bersama dalam meraih prestasi.
“Mari kita menjadi momentum kali ini sebagai pemicu semangat kita bersama untuk meraih prestasi dan menguatkan sinergi sesuai dengan budaya yang guyub dan gotong royong,” tandasnya. (mg2)
























