SATELITNEWS, CIKUPA – Ditinggal sang pemilik pulang ke kerumahnya, warung bakso milik Kardi di Kampung Pabuaran, RT 04/RW02, Desa Dukuh, Kecamatan Cikupa ludes terbakar, Minggu (30/4). Diduga, api berasal dari kompor gas yang sedang digunakan untuk memasak air.
Salah satu warga sekitar yang merupakan saksi mata, Nurhadi mengatakan, bahwa pada saat itu Minggu (30/4) siang sekitar pukul 12:10 WIB, Warung Bakso Pak Jawir milik Kardi keadaan sedang tutup. Namun, sang pemilik sedang memasak air didalamnya.
“Warung baksonya lagi tutup, tapi pemilik sedang memasak air. Waktu itu pemilik pulang dulu ke rumahnya sebentar, entah mau mengambil apa saya tidak tahu,” kata Nurhadi kepada Satelit News, Senin (1/5).
Lanjut Nurhadi, lalu tidak lama saat pemilik pulang ke rumah, api tiba-tiba saja muncul dari dalam warung. Warga sekitar yang melihat adanya api, langsung berteriak dan memanggil sang pemilik warung.
Kata Nurhadi, api sangat cepat membesar dan langsung merembet ke bangunan kosong bekas industri sablon milik H. Abdullah, yang tepat berada di belakang warung bakso milik Kardi tersebut.
“Kami sempat mencoba untuk memadamkannya, tapi api semakin membesar menjalar ke bangunan kosong bekas sablon yang berada di belakang warung,” katanya.
Baca Juga: Belasan Warga Sesak Nafas Akibat Kebakaran Sampah di Tangsel, Sekolah Diliburkan
Melihat api semakin liar dan sulit untuk dipadamkan, RT setempat langsung menghubungi pihak Damkar pada BPBD Kabupaten Tangerang dan pihak Kepolisian Sektor Cikupa. “Akhirnya, api dapat dipadamkan setelah BPBD menerjunkan 3 Unit mobil pemadam kebakaran,” jelasnya.
Sementara itu, Komandan Regu Damkar pada BPBD Kabupaten Tangerang, Margono Agus menambahkan, bahwa api yang sudah membumbung tinggi itu sangat sulit untuk dipadamkan. Namun, berkat kegigihan dari para pasukan Damkar, akhirnya api dapat dipadamkan setelah satu jam penuh pihaknya berjibaku dengan lautan api.
“Alhamdulilah, akhirnya api dapat dipadamkan. Tidak ada korban jiwa ataupun luka, hanya saja sang pemilik mengalami kerugian yang cukup besar,” katanya.
Menurut Agus, api yang menghanguskan warung bakso dan bangunan kosong bekas sablon tersebut berasal dari kompor gas yang ditinggalkan oleh pemilik saat memasak air di warung. Maka, akibat kebakaran tersebut kerugian materil sang pemilik ditaksirkan mencapai Rp 150 juta.
“Kerugian materil satu warung bakso dan satu rumah kosong diperkirakan mencapai Rp150 juta,” pungkasnya. (alfian/aditya)
























