SATELITNEWS.COM, PANDEGLANG–Bencana kekeringan di Kabupaten Pandeglang, semakin meluas. Awalnya hanya empat kecamatan, kini zona kekeringan di Pandeglang merambat menjadi sepuluh kecamatan. Akibat hal itu, lebih dari seribu Kepala Keluarga (KK) dilanda kesulitan mendapatkan air bersih, dan harus mendapatkan kiriman air setiap hari dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah dan Pemadam Kebakaran (BPBDPK).
Diketahui, sepuluh kecamatan itu yakni, Kecamatan Patia, Sindangresmi, Cikeusik, Bojong, Karang Tanjung, Cadasari, Sukaresmi, Picung, Saketi, dan Pagelaran. Sejak tiga hari terakhir, warga harus mengantre untuk mendapatkan pasokan air bersih.
Warga Desa/Kecamatan Cikeusik, Iwan mengatakan, di wilayahnya sudah mulai mengalami krisis air bersih sejak beberapa hari lalu. Untuk memenuhi ketersediaan air bersih, ia dan beberapa warga lainnya harus menunggu kiriman air dari BPBDPK Pandeglang.
“Sudah dua hari lebih, air bersih mulai sulit. Sekarang saja, kita harus menunggu kiriman air dari BPBDPK. Kalau enggak ada kiriman air, ya kita enggak bisa mendapatkan pasokan air bersih di rumah,” aku Iwan, Minggu (20/8/2023).
Ia berharap, Pemkab Pandeglang tidak tinggal diam. Karena, persoalan kekeringan kerap terjadi, terutama ketika memasuki musim kemarau. Oleh karena itu, dia juga berharap agar persoalan kesulitan air bersih itu bisa menjadi perhatian serius seluruh pihak.
“Kita ingin, pemerintah membutkan semacam sumur bor atau apapun itu, yang bisa menjaga pasokan air bersih meski musim kemarau. Karena kalau terus seperti ini, kami kesulitan mendapatkan air bersih,” katanya.
Baca Juga: Sidak WP, DPRD Pandeglang Canangkan Revisi Perda Pajak Daerah
Yayan, warga Desa Koranji, Kecamatan Karang Tanjung, mengatakan hal yang sama. Menurutnya, wilayahnya kesulitan mendapatkan air bersih sejak tiga hari kemarin.
“Sudah tiga hari. Tapi kalau dibiarkan, kita akan semakin kerepotan,” keluhnya.
Diharapkannya, Pemkab Pandeglang bisa mengatasi persoalan tersebut, agar wilayah yang kesulitan air bersih bisa mendapatkan pasokan air bersih, tanpa harus mendapatkan kiriman dari BPBDPK.
“Kalau bisa, buatkan sumur bor. Agar ada sumber mata air untuk masyarakat,” pintanya.
Terpisah, Kepala Seksi (Kasi) Kedaruratan Badan Penanggulangan Bencana Daerah dan Pemadam Kebakaran (BPBDPK) Kabupaten Pandeglang, Rian Sutansyah mengatakan, pihaknya sudah mengirim sepuluh tangki air dengan kapasitas masing – masing 4000 ribu liter, disebar ke sepuluh kecamatan.
“Sudah sepuluh tangki air yang kita kirim. Sekarang juga, permohonan air bersih ada lagi. Setiap hari kita selalu kirimkan pasokan air bersih. Air itu digunakan untuk mandi, dan keperluan rumah tangga lainnya,” uangkap Rian.
Baca Juga: UPT Puskesmas Bojong Pandeglang Bahas Kesehatan Masyarakat
Puncak musim kemarau, ujarnya, akan terjadi pada bulan Agustus hingga September. Artinya, kebutuhan masyarakat akan air bersih bisa terus bertambah, seiring dengan banyaknya sumber mata air yang mengering.
“Pasti akan semakin banyak. Karena diprediksi, puncak kemarau akan terjadi akhir September nanti,” imbuhnya. (mg4)
























