SATELITNEWS.COM, PANDEGLANG – Sebanyak 81 Desa di 22 Kecamatan se-Kabupaten Pandeglang, mengalami krisis air bersih sejak dua bulan terakhir. Sejumlah warga meminta, agar Pemkab mencarikan solusi supaya pasokan air bersih tetap tersedia meski musim kemarau panjang.
Diketahui, 22 Kecamatan yang mengalami krisis air bersih itu yakni Kecamatan Patia, Sukaresmi, Sobang, Cikeusik, Karangtanjung, Cadasari, Panimbang, Mandalawangi, Angsana, Banjar, Sindangresmi, Picung, Pagelaran, Cibitung, Bojong, Saketi, Mekarjaya, Majasari, Koroncong, Kaduhejo, Munjul dan Kecamatan Pandeglang.
Iwan Setiawan, warga Desa/Kecamatan Cikeusik mengatakan, wilayahnya kerap mengalami krisis air bersih apabila memasuki musim kemarau. Persoalan itu, hingga saat ini belum mendapatkan solusi dari Pemkab Pandeglang.
“Kalau kemarau panjang udah pasti terjadi krisis air bersih. Nah, sampai sekarang enggak ada solusi buat antisipasi kekeringan. Harusnya, segera buatkan solusi, karena kan sudah tahu kalau kemarau pasti kekeringan dan krisis air bersih,” kata Iwan, Senin (25/9/2023).
Menurut Iwan, selama ini masyarakat kerap menyampaikan permohonan agar dibuatkan sumir bor atau tempat penampungan air.
Tujuannya, agar di musim kemarau ketersediaan air bersih tetap ada. “Tetapi usulan itu enggak pernah direalisasikan,” tandasnya.
Muhamad Nurdin, warga Kecamatan Munjul mengatakan, musim kemarau panjang menyebabkan pasokan air bersih diwilayahnya berkurang dan sumber mata air mengering.
Persoalan itu, harus dijadikan sebagai catatan khusus agar kedepan ada antisipasi untuk mengatasi persoalan kekeringan.
“Kekeringan sekarang harus dijadikan sebagai gambaran agar tahun depan dibuatkan fasilitas atau sarana mengatasi kekeringan. Kalau hanya sekedar diberikan bantuan air bersih, itu tidak menyelesaikan solusi dan sifatnya tidak bisa segera, karena berbarengan dengan pengiriman air bersih di daerah lain,” ujarnya.
Abu Mazar, warga Kecamatan Cadasari mengatakan, pasokan air bersih diwilayahnya kerap berkurang dan habis apabila terjadi kemarau panjang. Oleh karena itu, dia berharap agar kedepan tidak lagi terjadi kekeringan meski musim kemarau panjang.
“Supaya airnya tetap ada, harus dibuatkan sumur bor agar pasokan air bersih terus mengalir meski kemarau. Selama ini kita selalu kesulitan mendapatkan air bersih apabila terjadi kemarau panjang,” katanya.
Kepala Seksi (Kasi) Kedaruratan Badan Penanggulangan Bencana Daerah dan Pemadam Kebakaran (BPBDPK) Kabupaten Pandeglang Rian Sutansyah mengatakan, hingga saat ini kemarau panjang dan krisis air bersih melanda 22 Kecamatan dan 81 Desa.
Dari lokasi itu, sedikitnya ada 18.830 Kepala Keluarga (KK) yang mengalami krisis air bersih. Untuk mengatasi persoalan itu, pihaknya bersama dengan semua instasi lain sudah mengirimkan bantuan air bersih hingga 849.500 liter kepada masyarakat.
“Kondisi krisis air bersih akibat kemarau panjang terus meluas. Kita hanya bisa mengirimkan bantuan air bersih kepada masyarakat. Karena kalau untuk membuatkan sumur bor dan lainnya, ada instansi lain yang bisa melaksanakannya,” imbuhnya. (mg4)