SATELITNEWS, LEBAK—Mochamad Hasbi Jayabaya anggota DPR RI yang juga anak sulung Mulyadi Jayabaya angkat bicara soal pilihan ayahnya yang tinggalkan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan. Ia menyatakan menghormati keputusan orang tua, terlebih dalam alam demokrasi.
“Ya jangan dikatakan membelot lah. Tadi itu kita hidup di alam demokrasi dan itu harus kita hormati. Tapi yang pasti kami PDI Perjuangan dengan relawan Hasbi Jayabaya bersama ikhtiar sekuat tenaga untuk mewujudkan Indonesia unggul bersama Ganjar-Mahpud,” kata Hasbi saat menghadiri safari politik Sekjen PDIP Perjuangan, Harsto Kristianto di Gedung Sakina, Kecamatan Cibadak, Kabupaten Lebak, Minggu (10/12).
Walapun partai besutan Megawati Soekarno Putri ini tak lagi mendapat dukungan dari mantan Bupati Lebak dua periode yang sekaligus mantan kader PDI Perjuangan tersebut, Hasbi optimis bisa memenangkan pilpres dengan alasan masyarakat saat ini sudah cerdas. “Di Lebak kami yakin masyarakat sudah cerdas dan tidak bisa diintimidasi lagi dan masyarakat ingin tahu karena ini bukan satu tahun atau dua tahu melainkan satu periode ini lima tahun kepemimpinan,” ujarnya.
“Sesuai ararahan Sekjen PDIP, kita harus solid dan menjaga kerukunan. Kita tahu ada perbedeaan-perbedaan pilihan politik tentunya karena kita hidup di alam demokrasi tapi kita tetap satu tujuan untuk indonesia maju,”tutur anggota Komisi 8 DPRI ini.
Bicara soal target kemenangan, kata Hasbi tetap menjalankan apa yang sudah diprogramkan di internal mau dari calon presiden. “Untuk target PDIP kita akan solid turun ke lapangan ketok pintu masyarakat untuk menyampaikan program-program yang baru yang disebut Ganjar. Salah satunya gratis internet cepat bagi masyarakat kurang mampu dan kedua KTP sakti,”katanya.
“Di satu KTP itu agar bisa terintegritas kartu sehat pintar, id card, BPJS, karena yang kita hadapi khususnya saya di Komisi 8 yang merupakan mitra kementerian sosial bahwa kita menghadapi masalah data bahwa bantuan-bantuan tidak tepat sasaran, yang kerugian negara dalam setahun mencapai Rp 532 miliar. Artinya ini yang kita akan perbaiki data kesejahteraannya, maka dengan kartu sakti kesejahteraan masyarakat itu bisa terwujud,” tandasnya.
Baca Juga: Ada Aktivitas Dinilai Tak Wajar, Rumah Aspirasi Bupati Lebak Mendadak Disegel
Diberitakan sebelumnya, Mulyadi Jayabaya alias JB membeberkan alasan meninggalkan PDI Perjuangan dan memilih mendukung calon presiden dan wakil presiden Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka pada pemilu 2024 mendatang. Salah satu alasannya karena Lebak kian maju karena tangan Joko Widodo.
“Saya tadinya bukan di partai politik ini, tapi saya menyerahkan diri dengan Prabowo dan Gibran nyalon presiden. Saya keluar dari merah, jadi dicampur-campur dengan biru dan kuning,” ujar mantan Bupati Lebak (2003-2013) ini di acara silaturahmi parpol Koalisi Indonesia Maju Banten di kediamannya di Kecamatan Warunggunung, Jumat (2/12) malam. (mulyana)
























