SATELITNEWS.COM, PANDEGLANG – Badan Penanggulangan Bencana Daerah dan Pemadam Kebakaran (BPBDPK) Kabupaten Pandeglang, bakal memperpanjang status siaga darurat bencana kekeringan. Hal itu, seiring dengan masih ada puluhan kecamatan di Pandeglang yang mengalami krisis air bersih akibat kemarau.
Kepala Seksi (Kasi) Kedaruratan BPBDPK Kabupaten Pandeglang Rian Sutansyah mengatakan, pihaknya berencana bakal memperpanjang status siaga darurat tersebut, karena masih banyak warga Pandeglang yang membutuhkan pasokan air bersih.
“Kemungkinan diperpanjang statusnya,” kata Rian, Kamis (28/12/2023).
Rian mengatakan, dalam satu hari pihaknya bisa mengirimkan pasokan air bersih ke sembilan lokasi, dengan kapasitas mobil tangki sekira empat sampai delapan ribu liter. Hingga saat ini, pihaknya masih terus mengirimkan pasokan air tersebut, khususnya wilayah selatan Pandeglang.
“Kita ada dua mobil, dengan kapasitas delapan ribu liter dan satu mobil empat ribu meter. Masing-masing mobil itu, mengirim ke tiga lokasi dalam satu hari. Jadi dalam sehari, kita bisa ngirim air enam puluh ribu liter, dan itu kita lakukan setiap hari,” tambahnya.
Rian juga mengatakan, hingga saat ini ada lebih dari sembilan puluh desa di belasan kecamatan yang membutuhkan pasokan air bersih. Meski sudah ada beberapa wilayah Pandeglang yang turun hujan, namun di wilayah selatan masih terjadi kemarau panjang.
Baca Juga: DPRD Tangsel Desak Solusi Permanen Atasi Krisis Air di SDN Kademangan 02
“Iya kalau di wilayah perkotaan memang sudah ada yang turun hujan dan enggak krisis air bersih lagi. Tetapi kalau kita melihat di selatan, masih banyak yang kekeringan. Dan sampai hari iji, masih banyak permohonan pengiriman air bersih,” pungkasnya.
Ditambahkannya, berdasarkan prediksi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), musim kemarau di Pandeglang diprediksi bakal terjadi sampai bulan April 2024 mendatang.
“Kalau prediksi sampai April, tetapi kita harapkan sih enggak sampai April sudah selesai kemaraunya,” tandasnya.
Dikonfirmasi terpisah, Ketua Komisi IV DPRD Pandeglang M Habibi Arafat, menyarankan agar Pemkab segera mencari solusi untuk mengatasi kekeringan, karena bencana tersebut akan tetap terjadi apabila hanya memberikan bantuan pasokan air bersih.
“Saya kira kemarau ini kan sudah terjadi sejak beberapa bulan lalu. Persoalan ini harus dijadikan sebagai pembahasan serius agar masyarakat tidak lagi kesulitan mendapatkan air. Bisa saja dibuatkan pompa dan tempat penampungan airnya, supaya pasokan air bersih tetap ada,” imbuhnya. (mg4)
























