SATELITNEWS.COM, TANGERANG—Masyarakat Kabupaten Tangerang diminta untuk tidak melakukan konvoi dan menyalakan kembang api pada malam pergantian tahun atau tahun baru 2024 mendatang. Hal itu demi mencegah terjadinya kecelakaan lalu lintas dan gangguan kamtibmas.
“Khusus untuk masyarakat yang akan melaksanakan kegiatan pergantian malam tahun baru, kami mengimbau untuk tidak menggunakan kembang api atau petasan dan juga melakukan konvoi karena itu membahayakan,” kata Kapolresta Tangerang, Kombes Pol Sigit Dany Setioyono, Rabu (27/12).
Selain mengganggu kemanan dan ketertiban serta membahayakan, perayaan tahun baru yang diwarnai konvoi dan pesta kembang api dikhawatirkan dapat menimbulkan terjadinya gesekan antar kelompok. Khususnya, kelompok yang melakukan konvoi.
“Meminimalisir terjadinya tawuran juga. Karena kalau konvoi identik dengan gangster,” tukasnya.
Menurut Sigit, apabila masyarakat ingin mengadakan peta kembang api di kawasan pusat perbelanjaan dan perumahan, wajib berkoordinasi dengan Polresta Tangerang. Bahkan, dirinya mengusulkan agar masyarakat menyambut tahun baru dengan cara yang lebih merakyat dan religius, seperti syukuran dan ngeliwet bersama keluarga.
“Harus ada izin dari satuan Intelkam Polres, “tuturnya.
Baca Juga: Jelang Demo DPR 27 Agustus, Polresta Tangerang Sekat Stasiun hingga Tol Merak-Tangerang
Untuk mengamankan jalannya tahun baru 2024, Polresta Tangerang bersama personel gabungan lainnya, TNI, Satpol PP, dan Dishub akan menerjunkan sedikitnya 600 personel gabungan. Kata Sigit, ratusan personel keamanan yang diterjunkan tersebut nantinya bakal disebar di empat titik keramaian, di antaranya di Alun-alun Tigaraksa, Citra Raya, Kawasan Perumahan Alam Sutra (Suvarna Sutra) Sindang Jaya dan Balaraja.
“Titik-titik itu akan menjadi atensi kami tapi tidak terbatas pada tempat di seluruh wilayah Polresta Tangerang,” terang Sigit.
Selain itu, Polresta Tangerang juga akan bersiaga untuk mengantisipasi terjadinya aksi kriminal saat tahun baru, seperti seperti aksi tawuran, gang motor dan balap liar dengan menyiagakan tim khusus.
“Aksi kriminal itu menjadi atensi kami, jadi sebagai upaya antisipasi petugas kami sebar untuk patroli ke sejumlah titik-titik rawan dengan dukungan Polda Banten,” kata Sigit. (alfian)
























