SATELITNEWS.COM, LEBAK—Proyek pembangunan gedung baru Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Adjidarmo Rangkasbitung yang sedianya selesai akhir Desember 2023 namun tak kunjung kelar hingga kini ditanggapi dengan santai oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lebak. Bahkan saat singgung apa yang menjadi faktor keterlambatan itu disarankan menanyakan langsung ke pemilik kegiatan.
“Ya perjelas ke RSUD kenapa bisa terlambat. Secara umum pelaksana enggak bisa menyelesaikan sesuai time schedule,” kata Asisten Daerah (Asda) II Bidang Ekonomi dan Pembangunan Pemkab Lebak, Ajis Suhendi saat dihubungi melalui telepon selulernya oleng SatelitNews.Com, Selasa (16/1/2024).
Proyek pembangunan gedung baru milik Dinas Kesehatan dengan menelan anggaran sebesar Rp17.630.000.000 (total pagu). Dalam keterangan yang tertera di LPSE pemanfaatan jasa dimulai sejak Mei 2023 dan berakhir pada Desember 2023 dan dikerjakan oleh PT Berkibar Bersama dari Semarang hingga kini belum selesai.
Jika melihat kalender tersebut, harusnya sarana untuk layanan kesehatan yang difokuskan untuk poli tersebut selesai di Desember. Kenyataannya hingga saat ini Selasa 16 Januari 2024 sejumlah peralatan konstruksi dan pegawai bangunan masih mengerjakan sejumlah bagian yang belum selesai.
Melihat kondisi tersebut, Ajis mengungkapkan pihaknya akan terus melakukan pengawasan dan berkoordinasi dengan pihak-pihak terutama organisasi perangkat daerah (OPD) yang berkaitan dengan pembangunan konstruksi fisik seperti RSDU Adjidarmo. “Pastinya, kita ingatkan terus OPD yang ada kegiatan fisik khususnya untuk mengendalikan pelaksanaan pekerjaan,” tandasnya.
Diberitakan sebelumnya, penyelesaian pembangunan gedung baru RSUD Adjidarmo Rangkasbitung molor alias tidak tepat waktupenyelesaian. Manajemen menyebut keterlambatan itu sudah dikoordinasikan dengan kontraktor dan saat ini masih dilakukan pengerjaan.
Baca Juga: Cegah Hantavirus, Dinkes Lebak: Tutup Akses Tikus
Pantauan dilokasi, pembangunan gedung baru RSUD Adjidarmo Rangkasbitung tersebut memiliki dua lantai. Nampak sejumlah peralatan kontruksi dan para pekerja masih melanjutkan pengerjaan bangunan tersebut. “Pengerjaan bangunan tersebut dimulai sejak September 2023 dan berakhir di 2024. Kalau menurut kontrak ya sudah terlambat,” kata Plt Kepala Dinas Kesehatan Lebak, Budhi Mulyanto melalui telepon selulernya.(mulyana)
























