SATELITNEWS.COM, TANGERANG – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Tangerang mengklaim telah melakukan penanganan terhadap kasus DBD yang dikeluhkan masyarakat Desa Kronjo, Kecamatan Kronjo. Bahkan sebelum adanya aduan dari masyarakat Kronjo.
“Sebetulnya, sudah kita lakukan sosialisasi. Dan sudah kita lakukan pencegahan juga, sebelum adanya aduan tersebut,” kata Kepala Bidang (Kabid) Pencegahan dan Pengendalian Penyakit pada Dinkes Kabupaten Tangerang, Sumihar Sihaloho kepada Satelit News, Senin (22/1/2024).
Saat disinggung jumlah kasus DBD di wilayah Kecamatan Kronjo, Sumihar enggan memberitahukan jumlah kasus DBD di wilayah Kecamatan tersebut. Sementara untuk permintaan fogging pihaknya akan berkoordinasi dengan kepala dinas.
“Kalau datanya, bisa tanyakan langsung ke Pak Kadis saja ya. Lalu, untuk tindak lanjut akan dikoordinasikan,” katanya.
Diinformasikan, berdasarkan data Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang, sepanjang Januari hingga September 2023, kasus demam berdarah dengue (DBD) di Kabupaten Tangerang mencapai 882 kasus, sementara di tahun 2022 mencapai 1.322 kasus.
Sumihar mengimbau kepada masyarakat agar selalu memperhatikan kebersihan lingkungan sekitar, seperti selalu mengecek tempat penampungan air yang bisa menjadi perkembangan jentik nyamuk dan selalu menerapkan gerakan 3M plus, yakni menguras tempat penampungan air, menutup tempat penampungan air, serta mengubur barang yang bisa menjadi genangan air.
Baca Juga: Dinkes Kabupaten Tangerang Sebut 1.200 Warga Terkena DBD
“Masyarakat harus selalu waspada, dengan cara mau memeriksa jentik rumah masing-masing (satu rumah satu jumantik), untuk menurunkan kasus DBD ini,” kata dia.
Sebelumnya, masyarakat Desa Kronjo, Kecamatan Kronjo keluhkan penyakit DBD yang menyerang masyarakat, terutama untuk anak-anak, Minggu (21/1). Warga pun berharap, Dinkes Kabupaten Tangerang melakukan tindakan.
Ketua ICMI Kabupaten Tangerang Maksis Sakhabi mengatakan, pihaknya telah mengajukan surat keluh kesahnya kepada Dinas Kesehatan Kabupaten Tangeranng, agar segera melakukan tindakan penanganan DBD, khususnya di wilayah Desa Kronjo, Kecamatan Kronjo.
“Kami minta Puskesmas Kronjo menangani secara cepat wabah DBD tersebut, dengan cara melakukan penyemprotan atau fooging, karena metode fooging ini bisa dirasakan langsung oleh masyarakat,” kata Maksis Sakhabi kepada Satelit News, Minggu (21/1).
Sakhabi mengatakan, akibat maraknya DBD di Desa Kronjo, Kecamatan Kronjo, tiga anaknya pun menjadi korban wabah tersebut. Bahkan, saat ini anaknya sedang dirawat di RSUD Kabupaten Tangerang.
“Anak saya tiga-tiganya sekarang terpaksa dirawat di RSUD Kabupaten Tangerang, dan Rumah Sakit Sari Asih Karawaci,” terangnya. (alfian/aditya)
Baca Juga: Deteksi Jentik Nyamuk, Dinkes Kabupaten Tangerang Sosialisasikan 3M Plus
























