SATELITNEWS.COM, TANGSEL—Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Tangsel) mulai mendistribusikan bantuan pangan dari Pemerintah Pusat. Bantuan berupa 10 kilogram beras itu diperuntukkan bagi 22.469 warga dengan kategori miskin ekstrem.
Program tersebut dibagikan di 54 Kelurahan. Penyaluran salah satu bahan pokok itu dilakukan melalui Bulog. Sementara, untuk pembagiannya adalah Pemerintah Daerah (Pemda).
“Tangsel mendapatkan bantuan pangan menurut data P3KE yang sasaran kemiskinan ekstrem ada 22.469 warga yang menerima. Dibagikan merata di 54 kelurahan,” ujar Wakil Wali Kota Tangsel, Pilar Saga Ichsan seusai menghadiri penyerahan bantuan tersebut di Kantor Kelurahan Jelupang, Rabu (31/1).
Pilar menjelaskan, bantuan ini akan berlangsung sampai bulan Juni mendatang. Artinya, setiap bulan masyarakat diberikan dengan paket yang sama. Ia juga mengklaim, jumlah warganya yang masuk kategori itu paling kecil di Provinsi Banten.
“Program ini berjalan mulai dari Januari sampai Juni. Jadi setiap bulan masyarakat diberikan bantuan beras. Memang kalau di Banten, Tangsel termasuk paling kecil,” katanya.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan (KP3) Kota Tangsel, Yepi Suherman berharap dengan adanya bantuan tersebut bisa meringankan beban masyarakat. Terlebih, disaat terjadi inflasi melonjaknya harga beras.
“Ini pemerintah bergerak saat inflasi harga beras naik terus. Harapan saya ke depannya minimal sebelum stabil mungkin inflasi harga ngga mahal lagi. Mudah-mudahan warga akan terus terjamin kebutuhan pokoknya,” ucapnya.
Meski begitu, beber Yepi, masyarakat diharapkan bisa secara mandiri dalam memenuhi kebutuhan pangan yang dilakukan dimulai dari pekarangan rumah.
“Kita juga sudah bilang ke warga, kita jangan mengharapkan terus bantuan pemerintah, tetapi bisa mandiri. Dengan gerakan RW mantap-nya. Supaya mereka memanfaatkan lahan depan rumahnya,” sebutnya.
Kepala Bulog Divisi Regional Tangerang, Omar Syarif menyampaikan pihaknya hanya menyiapkan beras yang dibutuhkan. Untuk itu, kata Omar, pihaknya setiap bulan menyiapkan 220 ribu ton.
“Kami akan menyiapkan dari gudang kami per bulan nya 220 ribu sekian ton per bulan. Kami sampaikan bahwa menjelang persiapan panen bahwa stok yang ada di bulog itu sudah cukup banyak,” pungkasnya. (eko)