SATELITNEWS.COM, TANGSEL—Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Tangerang Selatan (Tangsel) memastikan akan memperketat pemeliharaan dan pengecekan berkala terhadap seluruh fasilitas Penerangan Jalan Umum (PJU). Hal tersebut usai terjadinya musibah yang diduga akibat kebocoran arus listrik pada tiang PJU.
Kepala Dishub Kota Tangsel, Ayep Jajat Sudrajat menyampaikan duka cita mendalam atas peristiwa tersebut. Ia menegaskan, keselamatan masyarakat kini menjadi fokus utama dalam pelaksanaan program “Tangsel Terang”.
Ayep menjelaskan, tim teknis Dishub telah bergerak cepat melakukan pemutusan aliran listrik dan perbaikan pada titik lokasi kejadian guna memastikan keamanan warga sekitar.
“Tim teknis kami telah melakukan pemutusan aliran listrik dan perbaikan pada titik tersebut guna memastikan keamanan warga di sekitar lokasi. Kami pastikan area tersebut saat ini sudah dalam kondisi aman dari risiko arus bocor,” ujarnya, Selasa (12/5).
Selain penanganan teknis, pihak Dishub juga telah mendatangi keluarga korban sebagai bentuk tanggung jawab moral dan empati atas musibah yang terjadi. Menurut Ayep, program “Tangsel Terang” yang digencarkan sejak 2022 pada dasarnya bertujuan memberikan rasa nyaman dan aman bagi masyarakat saat beraktivitas di malam hari. Namun, kejadian ini menjadi evaluasi penting bagi pemerintah daerah.
“Kami tengah melakukan pengecekan untuk mencari penyebab pasti terjadinya arus bocor pada tiang PJU tersebut, apakah disebabkan oleh faktor cuaca ekstrem, usia kabel, atau adanya kerusakan teknis lainnya,” jelasnya.
Baca Juga: Tangsel Otozone 2026 Resmi Dibuka, Ada Promo Mobil dan Diskon Pajak hingga 18 Oktober
Ia menambahkan, jika sebelumnya pemerintah lebih fokus pada percepatan pembangunan PJU di berbagai wilayah, ke depan perhatian akan diarahkan pada aspek pemeliharaan infrastruktur secara menyeluruh.
“Maka fokus berikutnya pada pemeliharaan dan pengecekan berkala. Kami akan menyusun jadwal rutin untuk memastikan seluruh infrastruktur Tangsel Terang tetap dalam kondisi laik fungsi dan aman dari kebocoran arus listrik,” jelasnya.
Dishub Tangsel juga mengajak masyarakat untuk ikut terlibat dalam pengawasan fasilitas PJU di lingkungan masing-masing. Warga diminta segera melapor apabila menemukan tiang PJU miring, kabel terkelupas, atau kondisi lain yang berpotensi membahayakan.
“Kami mengajak warga untuk turut mengawasi. Jika melihat tiang PJU yang miring, kabel yang terkelupas atau lainnya, mohon segera melapor melalui kanal pelaporan pemerintah Kota Tangsel, setiap laporan terkait keselamatan akan menjadi prioritas utama kami,” paparnya.
Ia menegaskan, tidak ada pembangunan yang lebih penting dibanding keselamatan jiwa masyarakat. Karena itu, Dishub berkomitmen memastikan program Tangsel Terang tidak hanya menghadirkan penerangan jalan, tetapi juga rasa aman bagi seluruh warga Kota Tangerang Selatan.
“Kami berkomitmen untuk memastikan bahwa cahaya dari program ‘Tangsel Terang’ ke depannya bukan hanya memberikan penerangan di jalanan, tetapi juga memberikan rasa aman yang sejati bagi setiap orang tua yang melepas anaknya beraktivitas di luar rumah,” pungkasnya.
Baca Juga: SIM Keliling Tangsel Kamis 15 Oktober 2026, Cek Lokasinya
Diberitakan sebelumnya, seorang bocah laki-laki berinisial R (11) meninggal dunia diduga akibat tersetrum saat mengejar layangan di wilayah Kampung Koceak, RT 02 RW 01, Kelurahan Kranggan, Kecamatan Setu, Kota Tangerang Selatan (Tangsel). Peristiwa nahas itu terjadi, Rabu (6/5/2026) sekitar pukul 17.30 WIB, menjelang waktu Maghrib. Korban diketahui sedang bermain layangan bersama sejumlah teman sebayanya di sekitar lokasi kejadian. (eko)

















