SATELITNEWS.COM, TANGERANG—Anjuran untuk tetap di rumah saja sangat baik untuk dijalankan terutama saat pandemi Covid 19. Akan tetapi ada sebagian masyarakat membutuhkan pelayanan pengobatan sehingga mereka tetap perlu datang ke rumah sakit.
Sebagai langkah untuk menjaga keselamatan pasien, pengunjung, staf dan tenaga medis yang berjaga, RS Sari Asih melakukan serangkaian prosedur sesuai protokol kesehatan seperti anjuran pemerintah.
Setiap hari, secara rutin penyemprotan disinfektan dilakukan di setiap sudut rumah sakit, tidak terkecuali di lobi, ruang poliklinik, ruang tunggu pasien dan rawat inap. Pengecekan suhu dilakukan rutin kepada seluruh orang yang mau masuk ke rumah sakit termasuk juga pegawai dari staf hingga dokter yang bertugas.
Sebelum memasuki area rumah sakit, semua karyawan harus dipastikan sudah memakai masker serta mencuci tangannya terlebih dahulu atau menggunakan hand sanitizer jika jauh dari wastafel. Staf medis yang berhubungan langsung dengan pasien dilengkapi dengan masker serta alat pelindung diri yang sesuai dan lengkap.
Physical distancing juga diterapkan minimal satu meter sebagai bentuk pencegahan. Selain untuk seluruh pegawai RS Sari Asih Group, pasien dan pengunjung turut dilakukan prosedur yang sama. Menjaga jarak di ruang tunggu, pendaftaran dan rawat Inap. Suparta (50), warga Kebon Besar Batuceper mengakui hal ini setelah dirinya dirawat di RS Sari Asih Karawaci karena asam lambung. Dirinya tidak merasa khawatir dengan virus Covid 19 setelah melihat lingkungan gedung RS Sari Asih yang terjaga kebersihannya. Rasa nyaman membantu proses kesembuhannya. Ia pun membaik selama tiga hari perawatan di RS Sari Asih Karawaci.
“Alhamdulillaah kondisi badan saya sekarang sudah baik dan sudah bekerja kembali seperti biasa,” ujarnya. Hal senada diungkapkan Fadlar Thoeron (42), kemarin. Warga Kecamatan Pinang ini mempercayakan perawatan kesehatan anaknya di RS Sari Asih Cipondoh lantaran dokternya yang ramah dan rumah sakitnya bagus dan bersih.
Baca Juga: Kerusakan Jalan Teuku Umar Karawaci Akhirnya Diperbaiki
“Awalnya memang takut karena informasi yang beredar, rumah sakit bisa jadi tempat penyebaran Covid. Tapi rasa takut itu hilang saat lihat ruangan yang bersih, nyaman, ada pengecekan suhu sebelum masuk dan kewajiban pakai hand sanitizer bagi pengantar pasien serta pemakaian masker. Selama menunggu anak, petugas juga rutin membersihkan area-area yang sering disentuh dengan disenfektan. Protokol kesehatannya berjalan ketat, bagus,” jelas Fadlar Thoeron. (made)























