SATELITNEWS.COM, PANDEGLANG – Tingginya indikasi kecurangan Pemilihan Umum (Pemilu) 2024, membuat sejumlah akademisi dan aktivis di Pandeglang mengambil sikap. Mereka tidak segan, akan menggerakan para mahasiswa apabila indikasi tersebut terbukti.
Koordinator Kaukus Akademisi dan Aktivis Pandeglang, Teguh Fachmi meminta, melihat situasi nasional terkait dengan tata kelola pemerintahan yang diduga kuat adanya indikasi peran penguasa, melakukan intervensi dalam proses Pemilu dan Pilpres 2024.
“Situasi ini dinilai kaukus Akademisi dan Aktivis Pandeglang makin diperburuk dengan gerakan intervensi dari seluruh aparatur sipil negara dan kelembagaan negara, kondisi ini tentu menjadi contoh tidak sehat dalam praktik demokrasi, baik dalam skala nasional dan lokal,” kata Teguh, Senin (12/2/2024).
Dia mendesak, agar Pemerintah Lusat dan Pemerintah Daerah secara kolaboratif, perlu hadir dan terus mengawal serta menegakkan netralitas Aparatur Sipil Negara (ASN), Tentara Nasional Indonesia (TNI), Polisi Republik Indonesia (Polri), Kepala Desa, Perangkat Desa dan Anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD) pada Pemilu 2024.
“Baik itu untuk pemilihan Presiden dan Wakil Presiden, DPR, DPD, DPRD tingkat Provinsi, hingga DPRD tingkat Kabupaten/Kota, sesuai dengan amanat Undang-undang Nomor 7 tahun 2017 tentang Pemilu. Jangan sampai terjadi kecurangan karena bisa menggerakan massa dalam jumlah besar,” tambahnya.
“Kami juga meminta Pemerintahan Republik Indonesia untuk menjaga independensinya dan tetap berada pada jalur demokrasi yang telah menjadi cita-cita luhur reformasi,” sambungnya.
Baca Juga: Putusan MK dan Harapan Baru Perempuan, Dunia Politik Indonesia Lebih Berwarna
Seorang Akademisi Agus Lukman Hakim, berharap kepada penyelenggara Lemilu untuk bersikap profesional, jujur, adil dan mengawal proses Pilpres dan Pemilu sesuai dengan aturan undang-undang yang berlaku.
“Kami menghimbau kepada seluruh masyarakat, agar tetap menggunakan hak pilihnya sesuai dengan hati nurani dan mengedepankan bangsa,” tandasnya.
“Bahwa kami Kaukus Akademisi dan Aktivis Pandeglang akan memantau dan mengawasi jalannya Pilpres dan Pemilu 2024, khususnya di Kabupaten Pandeglang,” sambungnya lagi.
Pelajar Muhamadiah Pandeglang, Ilman mengaku, selama ini banyak informasi yang meresahkan tentang kecurangan Pemilu. Hal itu tidak lernah ditindaklanjuti guna meredam keresahan para pemilih pemula.
“Cukup meresahkan ketika banyak informasi bahwa terjadi banyak arahan untuk memilih salah satu pasangan capres, terlebih sekarang banyak buzzer yang bisa mempengaruhi pemilih pemula, karena ruang digital ini banyak juga memberi pengaruh besar,” imbuhnya.(adib)
























