SATELITNEWS.COM, TANGSEL--Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Tangerang Selatan mencatat sebanyak 302 kasus demam berdarah dengue (DBD) terjadi pada kurun waktu 1 Januari sampai 2 Maret 2024. Jumlah tersebut mengalami kenaikan dibandingkan dengan tahun lalu hanya 420 kasus sepanjang tahun.
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Tangsel, Allin Hendalin Mahdaniar menyebutkan, kenaikan signifikan terjadi pada bulan Februari. Meski begitu, pada saat ini pihaknya mengklaim terjadi penurunan kasus hingga 50 persen.
“Di Tangsel minggu ini kita turun. Memang ada peningkatan di bulan Februari itu minggu ke 8 tapi sekarang sudah turun lagi 50 persen. Februari itu per minggunya 43, satu minggu tuh,” ujarnya saat dikonfirmasi, Kamis (21/3).
“Kemarin kalau kita lihat dalam periode yang sama memang naik dari tahun lalu,” sambungnya.
Kata Allin, Kota Tangsel sendiri merupakan daerah endemis. Sehingga, tidak bisa terlepas dari penyakit-penyakit diakibatkan oleh lingkungan seperti DBD ataupun chikungunya. Apalagi, kondisi cuaca menjadi salah satu faktor masifnya penetasan telur nyamuk.
“Sebetulnya kalau kita bilang si nyamuk ini kan dia menetas saat musim hujan, itulah makanya kita mesti membersihkan kenapa tiap minggu. Apalagi sekarang menuju ke musim hujan dari musim panas. Nah ini yang harus terus kita lakukan di masa menetasnya,” katanya.
Baca Juga: Lima Pemuda Ditangkap Warga Pondok Aren, Dua Orang Bawa Celurit
Allin memprediksi, jika menyesuaikan dengan kondisi cuaca maka bisa diperkirakan puncaknya hingga bulan April. Namun, setelah ada penurunan nanti akan kembali naik pada bulan Desember.
“Ya mungkin sampai April. Nanti biasanya naik lagi di Desember dah mulai,” katanya.
Allin menegaskan, dalam memerangi DBD ini perlu adanya kesadaran bersama. Untuk itu, pihaknya menghimbau kepada masyarakat agar dapat melakukan pencegahan dimulai dari rumah masing-masing.
“Pesan kepada masyarakat pokoknya kita harus terus melaksanakan gerakan 3M plus. Kemudian juga yang paling penting adalah bagaimana setiap orang bisa menjadi juru pemantau jentik di rumah masing-masing. Jadi dilakukan membersihkan tempat penampungan air yang menjadi tempat bertelur nyamuk itu satu minggu sekali,” pungkasnya. (eko)
























