SATELITNEWS.COM, TANGERANG – Satuan Polisi Lalu Lintas (Satlantas) Polresta Tangerang mencatat tingkat kecelakaan selama arus mudik Hari Raya Idul Fitri 1445 H/2024 M lebih tinggi dibandingkan tahun 1444 H/2023 M.
Wakasatlantas Polresta Tangerang, AKP Fery Octaviari mengatakan, bahwa selama arus mudik lebaran tahun 2024 ini, sedikitnya ada tiga kasus laka lantas yang terjadi diwilayah hukum Polresta Tangerang. Katanya, dari tiga kasus itu, terdapat enam korban luka-luka.
“Meski hanya terjadi tiga kasus kecelakaan. Namun angka itu menunjukkan peningkatan sebesar 66 persen dari tahun sebelumnya. Namun untuk fatalitas akibat laka menurun dibanding ops ketupat tahun 2023,” kata Wakasatlantas Polresta Tangerang AKP Fery Octaviari kepada Satelit News, Minggu (21/4).
Menurut Fery, kecelakaan yang menimpa para pemudik yang melintasi jalur alternatif Kabupaten Tangerang itu, dikarenakan kurangnya ke hati-hatian para pengendara atau korban laka lantas saat melintas. Padahal, saat itu jalur yang masuk wilayah hukum Polresta Tangerang tersebut, telah dipasang beberapa rambu pengingat agar berhati-hati selama berkendara.
Selain kurangnya kehati-hatian para pengendara yang menjadi korban laka lantas, Rmruas lalu lintas di wilayah Kabupaten Tangerang tentunya lebih ramai dari hari-hari biasa. Pasalnya, jalur tersebut merupakan jalan utama untuk menuju ke Bandar Lampung atau Pulau Sumatra, melalui Pelabuhan Merak-Ciwandan.
“Adanya laka lantas, tentunya karena faktor kurangnya kehati-hatian, para pengendara. Ditambah, jalurnyanya memang lebih ramai dan padat dibanding hari-hari biasa,” tukasnya.
Baca Juga: Jalan Pisangan Pakuhaji Dibongkar Lagi, Tak Sesuai Spesifikasi
Ferry mengatakan, ketiga kasus laka lantas yang terjadi saat arus mudik di wilayah Hukum Polresta Tangerang, diantaranya di Jalan Raya Balaraja, Kampung Saga RT 01/RW02, Desa Saga, Kecamatan Balaraja, tepatnya dekat Alfamidi Balaraja.
Kemudian, di Jalan Raya Serang Km 22 Tepatnya Pasar Buah Kawidaran Desa Cibadak, Kecamatan Cikupa. Dan Jalan Raya Rajeg – Mauk tepatnya di depan Alfamidi Rajawali, Desa Rajeg Mulya, Kecamatan Rajeg. Dari ketiga kasus laka lantas tersebut, para korban mengalami kerugian sebesar Rp 2.100.000.
“Total kerugian dari semua kasus di perkirakan hanya mencapai Rp2 juta lebih,” ucapnya.
Dengan adanya laka lantas saat arus mudik tersebut, nantinya, kata Fery akan menjadi bahan evaluasi jajaran Satlantas Polresta Tangerang untuk melakukan persiapan sejak jauh – jauh hari atau sebelum Operasi Ketupat itu dilaksanakan. Salah satu upaya itu, seperti memasang himbauan di beberapa titik jalan, melakukan penjagaan serta patroli di daerah rawan kecelakaan.
“Upaya yg sudah dilakukan pihak kepolisian, edukasi tentang aturan lalu lintas, pasang rambu himbauan dan peringatan, pembuatan pos terpadu, Pembuatan pos Yan, Pembuatan pos pam, Pembuatan pos bufferzone, Pembuatan tenda istirahat bagi pemudik,” kata dia. (alfian/aditya)
























