SATELITNEWS.COM, TANGERANG—Sejumlah tokoh populer telah mengikuti proses pendaftaran bakal calon Gubernur Banten di sejumlah partai politik. Namun tak demikian dengan mantan Wali Kota Tangerang Arief R Wismansyah.
Arief yang digadang-gadang sebagai salah satu tokoh potensial itu tampak adem ayem di perhelatan Pilgub Banten. Politisi partai Demokrat itu belum mengambil sikap politiknya walaupun dukungan dan datang dari banyak pihak.
Dukungan itu datang dari ulama kharismastik Kota Tangerang Baijuri Khotib. Dia menilai Arief R. Wismansyah yang menjadi Wali kota Tangerang selama dua periode layak untuk maju menjadi Gubernur Banten.
Ia berpendapat untuk membangun Provinsi Banten yang religius dan berprestasi diperlukan pemimpin yang memiliki pemikiran yang sejalan dengan nilai-nilai keagamaan.
“Arief R. Wismansyah adalah sosok yang berani, cerdas, tegas, dan memiliki kedalaman spiritual. Saya mendukung langkah maju pak Arief,” kata Baijuri.
Baijuri juga berharap agar Arief segera untuk mendaftar pencalonan Gubernur Banten sesuai dengan mekanisme yang berlaku.
Baca Juga: Para Kiyai Desak Gubernur Banten Tutup Permanen Galian C di Lebak
Ketua Nadhatul Ulama (NU) Kota Tangerang Dedi Mahfudin pun turut berkomentar bahwa sosok mantan Wali kota Tangerang dua periode itu layak untuk maju menjadi calon Gubernur Banten.
Pernah menjadi wakil wali kota Tangerang satu periode dan dua kali menjadi wali kota Tangerang dinilainya sebagai modal yang lebih dari cukup untuk maju ke pencalonan Gubernur Banten.
“Cukuplah, beliau kan sudah sarat pengalaman, masih muda, religius dan cerdas,”ujarnya kepada wartawan, Kamis (2/5).
Pengamat politik Memed Chumaedy berpendapat Arief . Wismansyah seyogyanya mengambil formulir pencalonan gubernur Banten, karena itu mekanisme yang harus ditempuh baik menjadi bakal calon Gubernur maupun bakal calon wakil Gubernur.
“Harusnya Arief mengambil (formulir), karena dalam undang-udang pencalonan Gubernur, wali kota, Bupati bahwa pencalonan itu melalui partai politik. Artinya yang dicalonkan itu partai politik atau perorangan, nah ketika memang berpikirnya itu partai politik maka konsekuensinya harus daftar ke partai politik,” ujar akademisi Universitas Muhamadiyah Tangerang ini.
Ia berpendapat jangan sampai Arief tidak mengambil formulir dan hanya menunggu diajak partai.
Baca Juga: Ucapkan Selamat, Airin Sebut Ada Anomali di Pilgub Banten
“Menurut saya pak Arief sedang mencoba menawarkan dirinya adalah layak untuk dipinang. Kemudian, urusan Gubernur itu dicalonkan oleh partai politik nanti calon Gubernurnya ini yang menentukan wakilnya,”ungkapnya.
Selain itu, Ia berpendapat, Arief saat ini menjalankan proses dirinya bisa masuk ke semua tingkatan partai politik kendati dia merupakan kader partai Demokrat.
“Namanya rezim partai politik menginginkan bahwa semua pelaksanaan calon Gubernur dan calon wakil Gubernur itu harus melalui fit and proper tes mekanisme partai politik,” pungkasnya. (gatot)
























