SATELITNEWS.COM, LEBAK – Berdasarkan catatan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Lebak, sebanyak 800 PKL di Pasar Rangkasbitung, bakal direlokasi ke Pasar Kandang Sapi, Narimbang. Bahkan, rencana tersebut diklaimnya sudah direstui oleh pedagang itu sendiri.
“Yang direlokasi itu PKL pasar subuh di Jalan Sunan Kalijaga dan Jalan Tirtayasa ke Pasar Kandang Sapi, Rangkasbitung. Data yang kita kantongi ada 800 lebih pedagang yang bakal dipindahkan,” kata Kepala Bidang (Kabid) Perdagangan Disperindag Lebak, Yani, Minggu (19/5/2024).
Rencana relokasi yang belum dipastikan kapan waktunya tersebut, kata Yani sosialisasi mengenai rencana relokasi ke Pasar Kandang Sapi sebelumnya sudah dilakukan kepada para pedagang.
“Sosialisasi tahap pertama sudah, nanti tahap kedua kita lanjut. Kita sampaikan alasan kenapa harus pindah, salah satunya karena berjualan di jalan mengganggu lalu lintas, dan permasalahan ini tidak mungkin kita biarkan terus menerus,” tidur Yani.
Yani menyebut, pedagang tidak masalah apabila lokasi berjualan harus dipindahkan ke Pasar Kandang Sapi asal dilakukan secara bersamaan.
“Mungkin 90 persen dari mereka oke. Menurut mereka kalau di sana (Kandang Sapi-red) lebih beruntung, karena kalau jualan di tempat sekarang kan jam 06.00 WIB atau jam 07.00 WIB sudah diingatkan Satpol PP, tapi kalau di sana kan bebas,” terang Yani.
Baca Juga: Lahan Eks Pasar Kragilan Digugat di Pengadilan, Majelis Hakim Periksa Objek Sengketa
Sejauh ini dikatakan Yani, Pemkab Lebak belum menentukan kapan proses relokasi pedagang di dua titik tersebut bakal dilakukan. Pemkab masih fokus pada menyiapkan bangunan dan sarana prasarana yang dibutuhkan pedagang.
“Bangunan yang ada sekarang kan hanya bisa untuk 180 pedagang, sementara target kita untuk 800 lebih. Ini pembangunan kedua diusulkan lewat bantuan keuangan provinsi, dan sedang menunggu penetapan. Mudah-mudahan lancar sehingga Juli sudah bisa pembangunan,” paparnya.
Menyikapi hal tersebut, salah seorang pedagang Bejo mengaku tidak keberadaan jika harus pindah ke pasar baru. Namun dirinya meminta, pasar baru tersebut harus didukung dengan saran yang bisa menarik masyarakat untuk mengunjunginya.
“Ya semisal angkutan umum, itu menurut saya penting. Hal itu memudahkan masyarakat untuk mengunjungi pasar tersebut. Jangan sampai kita dipindahkan nanti pembeli jadi sepi,” tandasnya.(mulyana)
























