SATELITNEWS.COM, TANGSEL—Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Tangerang Selatan (Tangsel) mencatat insiden kebakaran yang disebabkan korsleting listrik mencapai 70 persen. Untuk itu, rencananya PLN bakal digandeng untuk memberikan edukasi kepada masyarakat.
“Kita data dari 2019 sampai 2024 data kebakaran kita itu penyebabnya 70 persen adalah korsleting listrik. Ini yang belum kita sentuh, oleh karena itu kedepan PLN bergandengan tangan bekerja sama untuk membangun edukasi kepada masyarakat tentang bagaimana agar kelistrikan ini tidak menjadi penyebab kebakaran,” ujar Kepala Dinas Damkar Tangsel Ahmad Dohiri, Rabu (12/6).
Lebih jauh Ahmad menuturkan, upaya lain yang dilakukan pihaknya ke depan juga bakal mengimplementasikan program door to door dengan memaksimalkan relawan damkar (redkar) yang tersebar di seluruh wilayah mulai dari tingkat RT dan RW.
“Kita juga punya program nanti ke masyarakat door to door itu membuat stiker tentang pencegahan kebakaran. Didalamnya ada kelistrikan, awas buang putung rokok sembarangan, jangan bakar sampah sembarangan, kemudian jangan menumpuk colokan listrik, saat masak jangan ditinggal, itu pesan pesan yang disampaikan. Akan disebarkan oleh anggota redkar,” ungkapnya.
“Nanti mengedukasi masyarakat dari rumah ke rumah. Agar mereka bisa ingat kalau ada kebakaran itu pencegahan nya seperti ini. Distiker itu juga kita cantumkan nomor darurat damkar. Serta nomor pengaduan. Stiker itu bakal bermanfaat. Selama ini orang memberikan informasi kebakaran telat karena tidak tau nomornya, hari ini akan kita sebar di 100 ribu warga kita target kan seratus ribu,” sambungnya.
Sebagai informasi, Damkar Tangsel telah memiliki 1.674 redkar yang memiliki tugas penting ditengah masyarakat. Adapun tugasnya adalah mengedukasi masyarakat, melakukan penyelamatan dan pencegahan. (eko)
























