SATELITNEWS.COM, LEBAK – Netralitas Aparatur Sipil Negara (ASN) dan politik uang menjadi perhatian serius di Pilkada. Maka untuk menghindari kecurangan atau hal lainnya, Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Lebak akan memperketat pengawasan agar terciptanya pesta demokrasi lima tahunan tersebut berjalan lancar.
Koordinator Divisi Sumber Daya Manusia Bawaslu Lebak Deden Kurniawan mengatakan, politik uang masih menjadi temuan paling banyak di Lebak. Hampir di semua kecamatan ditemukan praktik politik uang selama pilpres kemarin.
“Money politic masih banyak, hampir tersebar di kecamatan yang ada di Lebak, sama netralitas ASN,” kata Deden kepada wartawan, belum lama ini.
Maka, untuk menghindari berbagai kecurangan serta hal lainnya yang dapat menghambat proses pilkada, Bawaslu akan memperketat pengawasan. Sosialisasi kepada masyarakat juga akan ditingkatkan.
“Hampir di setiap kesempatan rapat koordinasi tingkat kecamatan kami meminta untuk disampaikan ke warga. Kami tidak ingin kasus beberapa tahun lalu di Malingping terulang kembali,” jelasnya.
Deden juga mengingatkan ASN untuk netral di Pilkada nanti. Dirinya juga mengingatkan sanksi pemecatan apabila ASN tidak netral. “Sanksinya tidak main-main pemecatan,” ujar Deden.
Baca Juga: KPU Lebak Bantah Tudingan Bawaslu Soal Dugaan Pelanggaran Distribusi Logistik
Kepada ASN dirinya mengingatkan untuk tidak sembarangan mengklik atau mengupload foto unsur pilkada. Karena itu bisa berdampak pada netralitasnya sebagai ASN.
“Kadang mereka (ASN) tidak sadar meng-like postingan di medsos, atau mengupload foto. Di Lebak saat Pilpres cukup lumayan menguras energi dalam persoalan netralitas ASN. Maka, Bawaslu ke depan akan melakukan MoU dengan Pemda dan desa terkait netralitas,” ujarnya.(mulyana)
























