SATELITNEWS.COM, TANGSEL—Jagat dunia maya dihebohkan dengan unggahan akun media sosial (medsos) Instagram atas nama @boimbomi baru-baru ini. Pasalnya, unggahan pada Sabtu (21/9/2024) itu menuai banyak komentar lantaran menampilkan tindakan seorang guru sekaligus pembina pramuka yang diduga melakukan pelecehan seksual kepada siswinya.
Dalam unggahannya, ia menyebut bahwa pelecehan seksual terjadi kepada beberapa anggota pramuka di SMP Negeri 3 Tangsel pada tahun 2010 silam. Mereka diduga mendapatkan aksi pelecehan seksual mulai dari memegang area tubuh hingga mencium bibir.
Pemilik akun merasa geram lantaran terduga pelaku HDW baru-baru ini mendapatkan penghargaan Pancawarsa III. Dimana, bunyi salah satu postingannya berbunyi.
“Hari ini saya marah besar mendengar ada predator seks diberikan penghargaan Pancawarsa III oleh Kwarcab Kota Tangsel,” katanya dalam unggahan.
Aksi tidak terpuji itu rupanya sempat terbongkar. Bahkan, pembina pramuka ini dikeluarkan dari sekolahnya tempat ia mengajar pada waktu itu. Namun, berselang beberapa tahun berikutnya pria tersebut dikabarkan kembali melakukan pelecehan seksual pada acara Jambore Cabang pada tahun 2016. Dugaan aksi pelecehan tersebut menimpa salah satu anak sekolahan dengan modus yang sama.
Saat itu, Kwarcab Tangsel memberikan hukuman. Namun hukumannya dinilai sangat ringan yaitu dinonaktifkan dunia pramuka selama lima tahun.
Baca Juga: Lima Pemuda Ditangkap Warga Pondok Aren, Dua Orang Bawa Celurit
“Hukuman ringan mungkin masih bisa diperdebatkan, tapi hari ini, pelaku malah diberikan penghargaan Pancawarsa III. Saya rasa ini menghinakan korban dan akal sehat saya,” bunyi unggahan pemilik akun.
Belakangan diketahui bahwa HDW saat ini menjadi tenaga pengajar di SMK Negeri 5 Kota Tangerang Selatan. Disambangi pada Senin (23/9), Kepala SMKN 5 Tangsel Rohmani Yusuf buka suara soalnya informasi tersebut.
Rohmani menyampaikan bahwa memang yang bersangkutan menjadi guru di sekolahnya. Usai mendapatkan informasi bahwa salah satu gurunya diduga pelaku pelecehan seksual, pihaknya langsung meminta klarifikasi kepada yang bersangkutan.
Dalam proses klarifikasi tersebut, Rohmani menyebut bahwa pria itu mengakui bahwa pernah melakukan aktivitas pelecehan seksual beberapa tahun lalu dan bukan terjadi di tempatnya mengajar sekarang. Namun, ia juga masih melakukan investigasi apakah siswanya ada yang menjadi korban.
“Yang bersangkutan kalau kasus yang dulunya mengakui, untuk kejadian yang di dalam beri kami kesempatan untuk kami melakukan investigasi sedalam-dalamnya. Dan kami sedang menerima aduan baik dari peserta didik atau dari orang tua dan guru,” ujarnya.
“Sebelumnya saya tidak mengetahui kasus yang terjadi sejak tahun 2010 sampai dengan saat ini. Sehingga kami menganggap yang bersangkutan tidak pernah punya masalah. Dan yang bersangkutan tidak pernah juga mendapatkan laporan baik dari ortu dari peserta didik atau rekan guru terkait ini,” sambungnya.
Ia sendiri belum bisa memastikan apakah ada pelajar dari SMKN 5 Tangsel yang juga menjadi korban pelecehan seksual. Saat ini pihak sekolah telah melakukan investigasi sekaligus membuka layanan aduan kepada seluruh pelajar di SMKN 5 Tangsel.
Baca Juga: Layanan SIM Keliling Tangerang Selatan Sabtu 5 September 2026, Cek di Sini Jadwalnya
“Yang bersangkutan sudah kami mintai klarifikasi dan kemarin kami sampai malam membuat BAP dan BAP ini akan kami serahkan kepada Dinas Pendidikan untuk selanjutnya dipelajari untuk digunakan mengambil keputusan,” ucapnya.
Rohmani menyebut bahwa yang bersangkutan mengajar sejak tahun 2013 silam. Atas gaduhnya informasi itu, pihak sekolah mengambil keputusan untuk menonaktifkan HDW per Senin 23 September 2024. Kata dia, dasarnya adalah menyelamatkan nama baik sekolah dan keamanan peserta didik.
“Yang bersangkutan per hari ini tanggal 23 September sudah kami non aktifkan dan terkait kelengkapan administrasi akan kami koordinasikan dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Banten. Pertimbangan kami penyelamatan lembaga, juga penyelamatan peserta didik. Itu yang menjadi komitmen kami dalam mengambil tindakan tegas terhadap pelaku dalam hal ini,” paparnya.
“Sementara ini karena kami baru membuka aduan, belum ada yang masuk tim saya, dan ini akan terus saya gali investigasi. Supaya tidak terkesan bahwa ini kasusnya hanya diluar. Kami pun ini mengkhawatirkan ini terjadi di dalam juga,” imbuhnya. (eko)
























