SATELITNEWS.ID, SERANG–Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Tata Bangunan (DPKPTB) Kabupaten Serang, bekerjasama dengan Universitas Parahyangan (Unpar) Bandung, melakukan kajian terhadap tanah di wilayah Kecamatan Pamarayan dan Cikeusal. Hasilnya, sebagian besar tanah dikedua wilayah tersebut ekspansif (cenderung meluas).
Kepala Bidang (Kabid) Sarana dan Prasarana Pendidikan DPKPTB Kabupaten Serang, Deni Hartono mengatakan, berdasarkan hasil uji laboratorium, karakteristik tanah ekspansif tersebut ketika kadar airnya tinggi maka akan mengembang. Namun sebaliknya, jika musim kemarau akan kering dan keras.
Oleh karena itu katanya, hal tersebut menjadi bahan referensinya untuk menyusun perencanaan pembangunan sekolah. “Sesuai peta geologi dari Unpar itu, sebagian besar wilayah Cikeusal dan Pamarayan karakter tanahnya ekspansif. Nah itu bisa dijadikan referensi, struktur bangunan apa yang bisa antisipasi terhadap tanah seperti itu,” kata Deni, Kamis (2/7).
Deni menuturkan, ada berbagai cara untuk mengatasi permasalahan tanah tersebut ketika akan melakukan kegiatan pembangunan, diantaranya yaitu menghindari air masuk ke sekitar bangunan, kemudian pohon pohon besar juga jangan sampai ada disekitar bangunan. Karena kalau kadar airnya tinggi dapat merusak bangunan.
“Kemarin yang diuji sama Unpar, jadi dia (tanahnya) mampu mendorong satu ton permeter persegi,” ujarnya.
Namun demikian ia mengaku, saat ini sedang menganalisa desain bangunan seperti apa yang cocok untuk mengantisipasi tanah seperti itu. “Kalau tiang pancang mungkin bias. Tapi kita coba, apakah nanti jenis panggung bangunanya. Sehingga tidak nempel ke tanah,” ujarnya.
Baca Juga: Tahun 2027, Pemkab Serang Gelar Pilkades Serentak di 191 Desa
Ia juga mengungkapkan, akibat karakteristik tanah ekspansif, saat ini sudah ada bangunan sekolah yang terdampak, diantaranya SDN Bantar Panjang yang beralamat di Kecamatan Cikeusal. Sekolah tersebut, mengalami retak retak pada beberapa bagian ruang kelasnya.
“Kalau bangunan sekolah kan modulnya gede 67 kali 8. Kalau rumah, kan kamar kamarnya lebih kecil. Jadi saling mengikat, kalau itu kan luas. Sehingga dorongan dari tanahnya, berdampak pada bangunan,” tuturnya, (sidik/mardiana)
























