SATELITNEWS.COM, TANGERANG—Manchester United dalam kondisi tak mudah kala melawat ke Stadion Sukru Saracoglu, Istanbul, menghadapi Fenerbahce dalam matchday 3 Liga Europa, Jumat (25/10/2024) pukul 02.00 WIB. Ada beberapa faktor yang membuat Iblis Merah diprediksi kesulitan. Salah satunya, karena United lebih sering kalah ketika melakoni laga tandang ke Fenerbahce.
Selain itu, faktor Jose Mourinho juga bisa menjadi pembeda. The Special One pernah melatih United selama 3 musim yang tentu membuat sang juru taktik asal Portugal paham betul bagaimana cara mengalahkan mantan timnya itu.
Secara head to head, Manchester United memang tidak punya catatan bagus ketika melakoni laga tandang ke Fenerbahce. Tercatat, 3 kali melakoni laga away ke markas wakil Liga Turki, Iblis Merah hanya menang sekali: sisanya kalah 2 kali. Satu-satunya kemenangan didapat di laga fase grup Liga Champions 1996-97 dengan skor 0-2 melalui gol David Beckham dan Eric Cantona.
Akan tetapi, dalam 2 pertemuan lain di tanah Turki, Manchester United selalu kalah. Pertama, di laga fase grup UCL 2024-25 ketika tuan rumah menang 3-0 melalui hattrick Tuncay Şanlı. Yang kedua, di laga babak grup Europa League 2016-17 saat United kalah 2-1. Gol Wayne Rooney kala itu gagal menyelamatkan Iblis Merah dari kekalahan ketika Fenerbahce unggul melalui Moussa Sow dan Jeremain Lens.
Di samping faktor itu, Erik ten Hag juga mesti menemukan cara agar strateginya tidak dibaca Mourinho. Dengan pengalaman 1,5 musim melatih United, The Special One seharusnya cukup paham tentang United. Apalagi ia juga akrab dengan permainan tim-tim Inggris karena selain United, ia juga pernah melatih Chelsea dan Tottenham Hotspur.
Jika dibedah, statistik Mourinho kala menghadapi Manchester United cukup bagus. Tercatat, ia pernah memimpin tim asuhannya bermain melawan Iblis Merah di 24 laga, entah itu ketika melatih Porto, Chelsea, Inter, Real Madrid, atau Spurs. Hasilnya, tim asuhan Mourinho meraih 10 kemenangan, sembilan seri, dan hanya 5 kali kalah.
Baca Juga: The Special One Kembali ke Real Madrid
Sejauh ini pun, Jose Mourinho juga memimpin Fenerbahce dengan cukup bagus. Telah memainkan 14 laga di semua kompetisi, The Yellow Canaries meraih 8 kemenangan, 4 imbang, dan 2 kekalahan. Persentase kemenangan sebesar 57 persen jelas bukan statistik yang buruk.
Semua catatan itu bisa membuat United kesulitan di Istanbul. Apalagi, beban akan semakin berat karena Iblis Merah belum pernah menang di dua laga awal UEL. Hanya 2 poin yang mereka kumpulkan: hasil imbang melawan Twente dan Porto.
“Saya menikmati bertemu dengan Mourinho. Ia selalu punya tim yang bagus dan merupakan seorang pemenang. Ia telah memenangi banyak trofi dan bisa menjadi contoh bagi pelatih lain,” ujar Ten Hag mengenai Mourinho, sosok pelatih yang bisa memberikan gelar Eropa terakhir pada United yaitu trofi UEL 2016-17.
Di kubu tuan rumah, Fenerbahce jelas akan memanfaatkan status bermain di kandang sendiri untuk meraih kemenangan lagi. Sejauh ini, The Yellow Canaries telah mengoleksi 4 poin di Europa League, hasil dari unggul 2-1 atas Union Saint-Gilloise (Belgia) dan imbang 1-1 lawan Twente (Belanda). Satu kemenangan itu didapat saat bermain di kandang sendiri.
Hanya saja, Fenerbahce juga menyadari bahwa mustahil mereka menganggap remeh United. Bagaimanapun juga, tim tamu juga punya peluang memenangi laga. Lagipula, tidak ada yang bisa menjamin bahwa segalanya akan berjalan sesuai rencana.
“Kami tahu tidak akan mudah menghadapi Manchester United. Kami tahu bahwa mereka adalah tim yang berkualitas. Sehingga kami harus mencoba menang karena semakin banyak poin yang didapat, situasinya akan semakin bagus bagi kami,” kata Fred, eks gelandang United, dikutip laman resmi UEFA.
Baca Juga: Manchester United Pede Finis di Empat Besar
Cobaan bagi Manchester United di Turki akan semakin berat ketika kapten Bruno Fernandes absen karena hukuman kartu merah dari laga melawan Porto. Posisi Fernandes kemungkinan akan ditempati Christian Eriksen, mengingat Mason Mount juga diragukan main karena masih cedera.
Sementara itu, Fenerbahce diperkirakan bisa turun dengan kekuatan terbaiknya. Selain Fred, Mourinho juga bisa mengandalkan pemain yang pernah main di Liga Inggris seperti Dušan Tadić, Edin Džeko, Çağlar Söyüncü, Cengiz Ünder, Allan Saint-Maximin, dan eks gelandang United lain yakni Sofyan Amrabat. (trd/net)
Perkiraan Susunan Pemain
FENERBAHCE (4-3-3): Dominik Livaković; Mert Müldür, Rodrigo Becão, Çağlar Söyüncü, Jayden Oosterwolde; Fred, Sofyan Amrabat, Sebastian Szymański; Dušan Tadić, İrfan Kahveci, Edin Džeko
Pelatih: José Mourinho
MANCHESTER UNITED (4-2-3-1): André Onana; Noussair Mazraoui, Matthijs de Ligt, Lisandro Martínez, Diogo Dalot; Manuel Ugarte, Kobbie Mainoo; Christian Eriksen, Alejandro Garnacho, Amad Diallo; Rasmus Højlund
Pelatih: Erik ten Hag
