SATELITNEWS.COM, PANDEGLANG – Stok atau persediaan sembako di lumbung sosial (Lumsos), mulai menipis. Hal itu terjadi, karena banyak bencana terjadi di Pandeglang, sehingga persediaan sembako di 15 Lumsos terus didistribusikan.
Ketua Forum Kampung Siaga Bencana (KSB) Kabupaten Pandeglang, Madsira mengatakan, saat ini persediaan bantuan sembako di 15 Lumsos mulai menipis. Oleh karena, dalam satu bulan terakhir banyak terjadi bencana dan pihaknya terus mendistribusikan bantuan melalui Lumsos yang ada.
“Untuk persediaan sembako di semua Lumsos saat ini sudah mulai menipis, paling banyak hanya ada lima paket sembako di Lumsos. Karena banyak terjadi bencana dan paket sembako yang ada, kita distribusikan kepada yang membutuhkan,” kata Beni, Rabu (30/10/2024).
Pria yang akrab disapa Beni ini mengatakan, saat ini pihaknya sedang menyusun laporan penggunaan paket sembako dan akan kembali mengajukan penambahan paket bantuan tersebut. Apabila tidak ada halangan, kata dia, bulan November mendatang usulan penambahan paket sembako sudah bisa disampaikan.
“Sekarang sedang dalam proses usulan penambahan paket sembako, mudah-mudahan bulan depan sudah ada penambahan. Biasanya paling lama enam bulan sekali mengajukannya, tetapi tergantung pada jumlah paket sembako yang ada, kalau menipis saat itu juga kita buat proposal usulannya,” tambahnya.
Beni juga mengatakan, belasan lumbung sosial yang kekurangan stok itu ada di Kecamatan Sumur dua lumbung, Cibitung, Cibaliung, Cigeulis, Panimbang, Sukaresmi, Patia, Labuan, Carita, Mandalawangi, Cimanuk, Angsana, Cikeusik, Pulosari, dan Kecamatan Pagelaran.
“Semuanya stoknya sudah mulai menipis dan bisa habis. Ya kita harapkan sih supaya stoknya bisa segera diisi, karena kan untuk antisipasi pemberiann bantuan kepada korban bencana alam dan lainnya,” ujarnya.
Kepala Desa (Kades) Banyubiru, Kecamatan Labuan, Kabupaten Pandeglang, Ahmad Hidayat Nur berharap, paket sembako di Lumsos Labuan bisa segera terisi kembali.
Oleh karena, banyak selama terjadi bencana, masyarakat membutuhkan bantuan cepat, minimal paket sembako.
“Kalau bisa segera usulkan penambahan kuota, karena bencana enggak ada yang tahu kapan terjadi. Kalau bantuan sembakonya ada, kan bisa dengan cepat diberikan bantuan, walaupun itu sifatnya hanya sementara dan bantuan cepat,” imbuhnya. (adib)