SATELITNEWS.COM, TANGERANG—Banjir akibat luapan Kali Ledug merendam perumahan Garden City Kelurahan Gebang Raya Kecamatan Periuk Kota Tangerang, Sabtu 23 November malam malam hingga Minggu (24/11).
Banjir di kawasan tersebut disebabkan tanggul yang terbuat dari tanah Kali Ledug jebol setelah hujan deras turun. Tahun lalu, tanggul tanah itu juga jebol sehingga menyebabkan rumah warga kebanjiran.
“Jadi tahun 2022 itu tanggulnya pernah jebol juga, makanya ada sebagian yang dicor. Tapi ngga semuanya, masih ada tanggul dengan tanah,” ucap salah satu warga terdampak, Asri, Minggu (24/11).
Sehingga, kata dia, warga setempat meminta Pemkot Tangerang untuk mengganti tanggulnya secara permanen dengan pengecoran. Supaya bencana tanggul jebol tidak terulang lagi.
“Tahun 2022 kemarin pas tanggulnya jebol itu, kami warga sekitar meminta untuk tanggulnya dicor,” katanya.
Asri menjelaskan banjir di perumahannya datang dengan cepat. Mulanya, kata dia, banjir tidak terlalu tinggi. Namun saat tanggul jebol, seketika rumah miliknya terendam banjir sekira 1 meter.
Baca Juga: Lubang di Jalan Raya Cadas Periuk Selesai Ditambal
“Karena air cepat datangnya, sehingga saya ngga sempat menyelamatkan barang-barang seperti perabotan dan surat-surat lainnya,” katanya.
Kemudian, Ia dan keluarganya segera menyelamatkan diri bergegas menuju posko pengungsian terdekat yang telah disediakan.
“Saya berharap agar bencana ini menjadi perhatian khusus pemerintah. Agar segera memperbaiki tanggul dan dicor tanggulnya supaya kejadian ini tidak terulang lagi,” harapnya.
Anggota DPRD Kota Tangerang Saiful Millah mendukung permintaan warga tersebut. Dia meminta Pemerintah Kota Tangerang untuk segera memperbaiki tanggul dan dilakukan pengecoran. Menurut dia, tanggul tanah hanya menyengsarakan warga jika kejadian bencana seperti jebolnya tanggul terjadi.
“Bencana ini harus jadi perhatian sangat serius dari Pemerintah Kota Tangerang, supaya kejadian seperti ini tidak terulang lagi,” tegasnya, saat bertemu warga yang terdampak banjir, Minggu (24/11).
“Saya juga tadi mendengar keluhan warga terkait tanggul yang jebol ini. Mereka meminta untuk tanggulnya itu supaya dicor,” jelasnya.
Baca Juga: Hujan Siang Hari Sebabkan Banjir di Tangsel
Menurutnya, peristiwa tanggul jebol ini bukan menyebabkan banjir yang bertahap, melainkan terjadi secara tiba-tiba. Sehingga masyarakat tidak punya kesempatan untuk menyelamatkan barang-barang berharganya.
“Ini yang menjadi catatan kita kepada pemerintah daerah. Kami minta tanggul yang ada ini jangan lagi menggunakan tanah lagi, cobalah diganti dengan dicor,” ucapnya.
Oleh karenanya, Ia mendorong Pemkot Tangerang untuk menganggarkan terkait konstruksi tanggul secara permanen. Ia meminta pengecoran itu harus dilaksanakan di tahun 2025.
“Sehingga musibah ini tidak terulang lagi. Kalau memang belum semua terealisasi untuk penanggulangan secara permanen, paling tidak perawatannya harus optimal. Jangan sampai kecolongan seperti ini,” ujarnya. (hafiz)
























