SATELITNEWS.COM, TANGSEL—Hujan deras yang mengguyur wilayah Kota Tangerang Selatan (Tangsel), pada Minggu (24/5) siang memicu genangan dan banjir di enam titik berbeda. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Tangsel mencatat sebanyak 561 kepala keluarga (KK) terdampak.
Diketahui, hujan deras berlangsung sekitar pukul 12.40 WIB hingga sore hari. Komandan Pleton Satuan Tugas BPBD Kota Tangsel, Dian Wiryawan mengatakan banjir mulai terjadi sekitar pukul 14.30 WIB setelah intensitas hujan tinggi mengguyur sejumlah wilayah.
“Petugas masih bersiaga di wilayah Pamulang dan Cilenggang untuk melakukan pemantauan dan penanganan,” ujar Dian saat dikonfirmasi.
BPBD mencatat, banjir dan genangan tersebar di kawasan Pamulang hingga Serpong. Beberapa titik bahkan merendam akses jalan dan permukiman warga.
Di Komplek MA RW 07, Pamulang Timur, genangan setinggi 25 sentimeter sempat menghambat akses jalan kompleks. Namun kondisi saat ini dilaporkan sudah surut.
Sementara itu, banjir masih terjadi di Perumahan Lembah Pinus RW 24, Pamulang Barat, dengan ketinggian air antara 20 hingga 40 sentimeter. Sedikitnya 130 KK terdampak di lokasi tersebut.
Kondisi serupa juga terjadi di Perumahan BPI Blok A RW 04, Pamulang Timur. Air setinggi 25 sentimeter merendam kawasan tersebut dan berdampak pada 180 KK. Meski begitu, genangan dilaporkan mulai berangsur surut sekitar 5 sentimeter.
Di Perumahan BPI Blok F RW 13, Pamulang Barat, banjir setinggi 30 sentimeter berdampak pada 246 KK. Hingga sore hari, ketinggian air dilaporkan mulai turun sekitar 10 sentimeter.
Sementara di RT 14 RW 05, Kelurahan Cilenggang, Kecamatan Serpong, banjir setinggi 30 sentimeter merendam rumah warga dan berdampak pada lima KK. BPBD menyebut buruknya sistem drainase menjadi salah satu penyebab genangan di lokasi tersebut. Adapun di Perumahan Serpong City Paradise, genangan setinggi 25 sentimeter sempat mengganggu akses jalan perumahan, namun kini sudah surut.
BPBD menyebut banjir dipicu hujan deras yang mengguyur sedikitnya empat wilayah di Tangsel, ditambah persoalan drainase yang kurang optimal di sejumlah titik, terutama di kawasan Serpong City Paradise dan Cilenggang.
“Disebabkan 4 wilayah hujan deras dan dua drainase bermasalah,” katanya.
Ia menambahkan, petugas masih melakukan pemantauan untuk mengantisipasi potensi banjir susulan apabila hujan deras kembali turun. (eko)