SATELITNEWS.COM, TANGERANG–Memasuki 191 hari jelang pelaksanaan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) VII Banten 2026, jadwal pelaksanaan tahapan pendaftaran nomor / kelas (entry by number/class) dipastikan telah terlewati. Dari jadwal yang telah ditetapkan entry by number dilaksanakan pada 1 hingga 15 Juli 2026. Namun hingga Jumat (17/7/2026), panitia besar Porprov VII belum membuka tahapan pendaftaran tersebut.
Dengan demikian, tahapan pendaftaran nomor atau kelas pertandingan dipastikan terlambat dari jadwal seharusnya. Keterlambatan tersebut mengundang pertanyaan dari pihak peserta.
Ketua KONI Kabupaten Tangerang Eka Wibayu mendesak Panitia Besar (PB) Porprov atau
Organizing Committee (OC) dan Steering Committee (SC) Porprov VII Banten memberikan
penjelasan mengenai alasan keterlambatan tersebut. Eka menilai pihak OC dan SC seharusnya mematuhi tahapan pelaksanaan Porprov yang sudah disepakati bersama pihak peserta, dalam hal ini perwakilan Kabupaten/Kota. Dia menilai keterlambatan pelaksanaan jadwal tahapan tidak boleh dinormalisasi.
“Jadwal tahapan ini sudah diumumkan oleh SC dan OC serta disepakati pihak kabupaten/kota dalam rapat chef de mission. Maka seharusnya tahapan ini dipatuhi dan dilaksanakan,” ujar Eka, Jumat (17/7/2026).
Dia menilai pihak panitia seharusnya lebih siap mengantisipasi berbagai dinamika yang terjadi dalam pelaksanaan tahapan Porprov. Sehingga, persoalan yang muncul dalam pelaksanaan tahapan dapat diselesaikan dengan lebih cepat.
Menurut mantan Ketua PSSI Kabupaten Tangerang itu, pihak panitia tidak hanya melampaui batas waktu tahapan Porprov VII yang telah dibuat. Panitia juga bahkan belum mengumumkan format atau mekanisme pendaftaran nomor/kelas pertandingan.
Baca Juga: 173 Pelajar Ramaikan Bupati Tangerang Cup 2026, Jadi Ajang Berburu Bibit Pecatur Berprestasi
“Hingga Jumat ini panitia juga belum memberitahukan mekanisme pendaftaran. Apakah melalui online ataukah manual. Kalau online, sampai siang ini belum ada link pendaftaran yang dikirimkan,”
ujar Eka.
Eka juga menyoroti terlambatnya pengumuman nomor dan kelas pertandingan Porprov VII Banten.
Keterlambatan itu menyebabkab KONI Kabupaten Tangerang kesulitan dalam menentukan nomor/atau kelas pertandingan yang akan didaftarkan. Terlebih lagi, ada beberapa kali revisi yang dilakukan.
“Kami sempat kesulitan karena nomor atau kelas pertandingan belum kami terima ketika jadwal
pendaftaran sudah dibuka. Dan baru-baru ini saja kami terima dan itu juga sempat mengalami revisi, ” ujarnya.
Ditambahkan Sekretaris KONI Kabupaten Tangerang Adang Akbarudin, keterlambatan pelaksanaan tahapan Porprov VII Banten bukan yang pertama kali terjadi. Sebelumnya, pihak panitia juga telat mengumumkan cabang olahraga yang dipertandingkan pada ajang Porprov VII Banten.
“Keterlambatan demi keterlambatan ini mempengaruhi persiapan Kabupaten Tangerang dalam menghadapi Porprov. Sekali lagi kami meminta agar pihak panitia pelaksana atau OC dan panitia pengarah atau SC, dalam hal ini KONI Banten, tetap disiplin dalam melaksanakan tahapan Porprov sehingga tidak ada yang dirugikan, ” ujar dia.
Baca Juga: Kementerian LH Segel Lapak Pengolahan Aluminium Foil di Sindang Jaya Tangerang
Selain keterlambatan Adang juga mempertanyakan kejelasan administrasi surat menyurat dalam persiapan pelaksanaan Porprov VII Banten. Kejelasan surat menyurat ini dibutuhkan KONI Kabupaten Tangerang sebagai dasar buat peserta dalam mempersiapkan kontingen dan hal lain yang berhubungan dengan Porprov.
“Sejauh ini kami baru menerima satu surat hard copy secara resmi yang dilayangkan PB Porprov,
selebihnya kami tidak menerima surat menyurat baik lewat email maupun secara langsung tentang pelaksanaan Porprov, seperti surat perubahan cabor pertandingan dan surat perubahan nomor dan kelas pertandingan. Kami menerima surat-surat itu dari bertanya kepada Pengcab,” tuntas pria yang
akrab disapa Abex itu.
“Kami juga belum menerima buku pedoman umum Porprov yang kami butuhkan untuk melakukan pemetaan penginapan dan transportasi cabang olahraga,” tukasnya. (gatot)




























