SATELITNEWS.COM, TANGERANG—Finalis Piala Dunia 2026 akhirnya didapat. Spanyol vs Argentina akan tersaji di babak puncak turnamen akbar tersebut.
Argentina memastikan menantang Spanyol usai mengalahkan Inggris di semifinal. Bermain di Atlanta Stadium, Kamis (16/7/2026) dini hari WIB, Tim Tango menang dramatis 2-1.
Sempat tertinggal lewat gol Anthony Gordon, Argentina comeback di menit-menit. Gol kemenangannya dicetak Enzo Fernandez dan Lautaro Martinez.
Hasil itu membuat Argentina lolos ke final untuk dua kali beruntun. Kali ini Albiceleste akan menantang Spanyol di laga puncak.
Spanyol sebelumnya tampil gemilang di semifinal dengan menyingkirkan Prancis. Lamine Yamal dkk menang 2-0 atas Les Bleus.
Final Spanyol vs Argentina selanjutnya akan digelar. Pertandingan itu dimainkan di New Jersey Stadium, Minggu (19/7/2026) mendatang.
Baca Juga: Matador Penjegal Ayam Jantan
Bagi Argentina, ini peluang mereka mempertahankan gelar juara yang dimenangkan empat tahun lalu. Sebelumnya hampir belum pernah ada sejak terakhir Brasil juara dua kali beruntun pada edisi 1958 dan 1962.
Sehari sebelum final, laga perebutan tempat ketiga juga digelar. Prancis vs Inggris akan dimainkan di Miami Stadium, Sabtu (18/7) dini hari WIB.
Kapten Inggris Harry Kane menyebut kekalahan timnya terasa menyesakkan. Inggris kembali gagal di saat-saat akhir. “Nyesek banget buat anak-anak, untuk semuanya – tim, staf, fans,” ujar Kane kepada BBC One.
“Kami main bagus di sebagian besar pertandingan. Ketika kami unggul 1-0 kami malah terlihat mencoba bertahan, yang di level ini tidak cukup. Jadi kecewa berat karena kami sudah bekerja begitu keras untuk ada di sini dan anak-anak sudah memberikan segalanya dari lari, darah, keringat, air mata.”
“Jadi gagal di saat-saat akhir itu nyesek banget,” kata kapten Inggris itu.
Dalam laga itu, saat Inggris dalam posisi unggul, manajer Thomas Tuchel menerapkan strategi lima bek. Gordon ditarik keluar digantikan Ezri Konsa pada menit ke-72.
Baca Juga: Preview Inggris vs Argentina, Faktor Sejarah dan Rivalitas
Tim Tiga Singa lebih main bertahan. Argentina terus-terusan mengepung, dua assist Messi akhirnya bisa berbuah gol. Thomas Tuchel tahu, strategi lima beknya bakal dicecar. Itu sudah jadi tanggung jawabnya sebagai seorang manajer. “Ini semua adalah tanggung jawab pelatih. Ketika segalanya gagal, sangat mudah untuk disalahkan,” cetus Tuchel dilansir dari BBC.
Tuchel jelaskan mengapa dirinya memakai skema lima bek. Tuchel melihat para pemain Argentina mampu temukan celah di belakang. “Kami memutuskan untuk menggunakan formasi lima bek karena celahnya terlalu terbuka,” ungkapnya.
“Argentina memenangkan setiap duel udara, mereka terus melakukan umpan silang, jadi kami menggunakan formasi lima bek untuk menutup celah di dalam dan lebih kuat di udara,” tutupnya.
Striker Argentina Lautaro Martinez menyebut Argentina memanfaatkan menurunnya intensitas serangan Inggris untuk membalikkan keadaan. “Mereka (Inggris) sudah capek. Mereka menekan selama 60 menit. Setelah itu mereka sudah habis,” ujar Lautaro di situs resmi FIFA.
“Mereka memulai ketika mereka mencetak gol. Kemudian mereka turun bertahan, dan itu membuat kami lebih tenang ketika mengalirkan bola.”
“Kami membuat lapangan jadi lebih lebar dan pada akhirnya kami mencetak dua gol, dan setelah tiga setengah tahun kami kembali ke final Piala Dunia,” katanya.
Sementara Lionel Messi menyambut suka cita duel kontra Spanyol di Final Piala Dunia 2026. Sebab La Furia Roja adalah lawan sebanding untuk Argentina. “Timnas yang hebat, dengan para pemain top dengan kemampuan luar biasa. Saya kenal betul timnas itu,” ujar Messi kepada Tyc Sports.
“Saya juga tahu banyak pemainnya, saya sudah sering bertemu mereka, saya mengikuti mereka. Beberapa pemain Barcelona juga, tim yang saya dukung dan cintai, jadi ini laga spesial. Final Piala Dunia dan menurut saya pertarungan akan seimbang,” sambungnya. (dm)




























