SATELITNEWS.COM, TANGERANG–Keperkasaan Prancis di Piala Dunia 2026 dihentikan Spanyol. Tim Matador kian menegaskan diri sebagai penjagal si Ayam Jantan.
Prancis vs Spanyol memainkan semifinal Piala Dunia 2026 di Stadion Dallas, Rabu (15/7) dinihari WIB. Spanyol keluar sebagai pemenang lewat gol-gol Mikel Oyarzabal (penalti) dan Pedro Porro di masing-masing babak.
Di pertandingan ini, Les Bleus gagal menunjukkan performa terbaik. Kylian Mbappe dkk sama sekali tidak menciptakan peluang bersih dari total 10 percobaan (3 on target). Sementara itu Spanyol melahirkan tiga peluang bersih dari 10 percobaan (2 on target).
Dengan kekalahan ini, tren kemenangan Timnas Prancis praktis berhenti di pertandingan ketujuh Piala Dunia 2026. Sebelumnya, Prancis berhasil memenangi masing-masing dari enam laga sejak fase grup.
Spanyol berhak melaju ke final, yang pertama kali setelah 16 tahun. Si Merah tinggal menunggu lawan, yaitu pemenang laga semifinal lainnya antara Inggris vs Argentina yang akan bertanding pada Kamis (16/7) dinihari WIB.
Selain itu, Spanyol berarti sudah menjegal Prancis di tiga pertemuan terakhir kedua tim di laga kompetitif. Pada dua duel sebelum ini, Lamine Yamal dkk mengalahkan Prancis 2-1 di semifinal Piala Eropa 2024, lalu menang 5-4 di semifinal UEFA Nations League setahun lalu.
Pelatih Prancis Didier Deschamps tak puas dengan penampilan wasit dalam kekalahan Prancis dari Spanyol 0-2. Meski begitu, Deschamps mengakui Spanyol memang lebih superior.
Baca Juga: Prancis vs Spanyol, Final Kepagian
Bagaimanapun, Prancis nyaris mati kutu melawan Spanyol. Les Bleus gagal menciptakan peluang bersih dari total 10 percobaannya (3 on target). Ini jadi kali pertama Prancis gagal mencetak gol di Piala Dunia 2026 setelah menceploskan 16 gol dalam enam laga sebelumnya.
“Tentu saja ada kekecewaan yang sangat besar. Para pemain sangat kecewa karena kami punya ambisi yang besar. Sekalipun, kami harus realistis dan mengakui bahwa hari ini kami secara teknis di bawah sebuah tim yang tahu apa yang mereka lakukan. Sebagian besar adalah salah kami sendiri,” ucap Deschamps usai Prancis vs Spanyol.
“Kemudian, saya menanyakan sebuah pertanyaan, dan saya tidak akan menjawabnya: ‘Apakah si wasit cukup bagus untuk memimpin sebuah semifinal Piala Dunia?’ Kami memang punya beberapa situasi, dan saya tidak akan menjawabnya. Dan saya tidak akan mengatakan ini karena kami kalah pada hari ini, tapi memang ada beberapa situasi… sering kali merugikan kami juga,” sungut pelatih berusia 57 tahun ini.
“Namun, alasan utamanya adalah kami sedikit di bawah standar dan kurang berbahaya secara ofensif daripada yang kami bisa. Kami membuat beberapa kesalahan teknis dan umpan-umpan meleset yang seharusnya bisa menciptakan situasi dan peluang,” kata Didier Deschamps dikutip L’Equipe.
“Kami harus menerimanya, ini adalah sepakbola level tertinggi, sekalipun rasanya menyakitkan,” dia menambahkan setelah kekalahan Prancis.
Senada, Kylian Mbappe menilai permainan Les Blues di semifinal tak layak. “Saya rasa kami tidak bermain sesuai gaya permainan kami, baik secara teknis maupun taktis. Jika Anda tidak melakukan apa yang seharusnya Anda lakukan di semifinal Piala Dunia, Anda tidak akan menang. Spanyol tetap setia pada rencana permainan mereka,” kata Mbappe yang dikutip dari Independent.
Baca Juga: Bellingham Layak Diacungi Jempol
“Sejak awal, kami melakukan pressing 3 lawan 2. Kami melakukan kesalahan di situ. Melawan Spanyol, kami perlu melakukan pressing 1 lawan 1. Dan bahkan ketika kami merebut bola, sentuhan bola dan pergerakan kami tidak layak untuk semifinal Piala Dunia. Sejujurnya, kami tidak memiliki apa yang dibutuhkan untuk melaju ke final Piala Dunia,” sambungnya.
Sementara itu, Pelatih Spanyol De la Fuente mengungkapkan team talk di ruang ganti sebelum pertandingan Prancis vs Spanyol. De la Fuente mengatakan Prancis memang berisikan pemain-pemain terbaik dunia, tapi hal itu tidak akan cukup untuk menghadapi Spanyol, tim terbaik dunia. “Sulit menggambarkan apa yang kami rasakan, tapi rasanya benar-benar gembira,” entrenador berusia 65 tahun ini. kepada BeIN Sports. “Ini adalah kelompok pemain yang istimewa.”
“Kami tinggal punya satu langkah untuk diambil. Menembus final itu sebuah tanggung jawab yang sangat besar, sebuah privilese. Kami harus habis-habisan,” lanjut dia.
“Di ruang ganti tadi, kami mengatakan bahwa kami menghadapi salah satu tim terbaik di dunia, yang memiliki pemain-pemain terbaik di dunia. Namun, mereka menghadapi tim terbaik di dunia. Tim kami membuat hal yang sulit terlihat mudah,” cetus De la Fuente.
Spanyol besutan Luis de la Fuente kini berpotensi mengawinkan gelar Piala Eropa 2024 dengan trofi Piala Dunia 2026. Andai itu terjadi, kerja keras La Roja dalam empat tahun ini tentu sangat luar biasa. “Kami memulai hampir empat tahun lalu dengan sebuah ide dan kami tetap setia pada ide itu, dan itu membawa kami ke sini,” kata De la Fuente yang dikutip dari situs resmi FIFA.
“Hari ini kami menghadapi salah satu tim nasional terbaik di dunia. Para pemain ini pantas mendapatkan segalanya – hari demi hari mereka telah menunjukkan komitmen, solidaritas, kemurahan hati, dan bakat mereka. Mereka membuat hal yang sulit terlihat mudah,” tegasnya.
Vincente del Bosque menjadi satu-satunya pelatih Spanyol yang bisa mengawinkan gelar Eropa dengan Dunia. Hal itu terjadi pada Piala Dunia 2010 dan Piala Eropa 2012. (dm)




























