SATELITNEWS.COM, TANGERANG--Duel Norwegia vs Inggris dalam babak 8 besar Piala Dunia 2026 tak sekadar saling jegal untuk lolos ke semifinal. Laga yang bakal berlangsung di Stadion Miami, Amerika Serikat, Minggu (12/7/2026) pukul 04.00 WIB, itu bakal menjadi momen adu tajam antara Erling Haaland dan Harry Kane.
Kedua tim melangkah ke babak 8 besar Piala Dunia 2026 etelah melewati laga dramatis di fase 16 besar. Norwegia menciptakan kejutan dengan menyingkirkan Brasil, pemilik 5 gelar juara dunia, lewat kemenangan 2-1 di New Jersey, Amerika Serikat. Hasil tersebut sekaligus mengantarkan skuad Lovene mencatat sejarah dengan lolos ke perempat final Piala Dunia untuk pertama kalinya.
Keberhasilan Norwegia tak lepas dari ketajaman Haaland yang memborong 2 gol ke gawang Brasil. Tambahan itu membuat sang penyerang kini mengoleksi 7 gol dan bersaing di daftar bursa Sepatu Emas (Golden Boot). Haaland sejajar Kylian Mbappe, dan hanya 1 gol di belakang Lionel Messi (Argentina).
Sementara itu, Inggris juga harus bekerja keras untuk mengamankan tiket perempat final. The Three Lions menundukkan tuan rumah Meksiko dengan skor 3-2 di Estadio Azteca meski harus menghadapi tantangan berupa ketinggian lokasi venue, cuaca kurang bersahabat, serta bermain dengan 10 orang selama lebih dari 50 menit setelah Jarell Quansah diganjar kartu merah.
Kapten Inggris, Harry Kane, kembali menjadi penentu kemenangan lewat eksekusi penalti. Gol tersebut membuat koleksi golnya di Piala Dunia 2026 bertambah menjadi enam. Peluang merebut Golden Boot masih terbuka lebar.
Kini, mampukah Haaland kembali tampil tajam dan membawa Norwegia melanjutkan kisah bersejarah mereka? Atau justru Kane mengantar Inggris selangkah lebih dekat mengakhiri dahaga panjang untuk meraih gelar juara dunia yang terakhir Inggris rengkuh pada Piala Dunia 1966?
Baca Juga: Kemenangan Argentina Diwarnai Drama dan Kontroversi
Dari nama besar, skuad asuhan Thomas Tuchel jelas lebih unggul. The Three Lions kini menjalani penampilan ke-11 di babak perempat final Piala Dunia dan sudah tiga kali melaju hingga semifinal, termasuk saat meraih gelar juara pada edisi 1966.
Meski demikian, Norwegia sudah memperingatkan kalau mereka bisa bikin kejutan. Mendepak Brasil jadi bukti bahwa tim Singa Skandinavia punya kapasitas merepotkan tim besar, termasuk Inggris, dalam perebutan satu tempat di semifinal.
“Saya pikir pencapaian ini akan menginspirasi banyak anak muda, sama seperti saya terinspirasi ketika saya masih kecil,” ujar Haaland seperti dikutip dari Miami Herald.
Secara taktis, duel di Stadion Miami nanti akan jadi panggung familiar bagi Erling Haaland, sebab dia bakal bersua dengan deretan bek yang kerap ditemuinya di kompetisi Premier League, termasuk rekan satu klubnya, seperti John Stones, Marc Guehi, hingga Nico O’Reilly.
Di sisi seberang, Inggris yang menempati peringkat keempat dunia harus menghadapi kenyataan bahwa langkah mereka ke babak empat besar bakal diuji kelelahan fisik.
Gelandang muda Real Madrid, Jude Bellingham, yang memborong dua gol pembuka Inggris dalam durasi dua menit ke gawang Meksiko, mengakui perjalanan timnya di fase gugur penuh rintangan.
Baca Juga: Cawe-cawe Trump Tak Mempan, AS Tetap Dikalahkan Belgia
“Kami harus mengatasi faktor ketinggian (di Meksiko), dan berikutnya adalah cuaca panas di Miami. Ini perjalanan yang berat. Namun, Anda tidak bisa memenangkan Piala Dunia tanpa harus melewati rintangan besar,” tutur Bellingham.
Adapun bek Inggris Ezri Konsa menekankan kunci utama skuad The Three Lions yakni soliditas dan kebersamaan di area pertahanan, terutama usai mereka dipaksa main sepuluh orang selama hampir sepanjang babak kedua di laga sebelumnya.
Konsa berujar, satu-satunya fokus para pemain di atas lapangan yaitu menunjukkan seberapa kuat pertahanan mereka dan mempertahankan kegigihan tim hingga peluit panjang berbunyi. (dm)
PERKIRAAN SUSUNAN PEMAIN
NORWEGIA (4-3-3): Nyland; Ryerson, Ajer, Heggem, Moller Wolfe; Berg, Berge, Odegaard; Sorloth, Haaland, Nusa
Pelatih: Stale Solbakken
INGGRIS (4-2-3-1): Pickford; Konsa, Stones, Guehi, O’Reilly; Rice, Anderson; Saka, Bellingham, Gordon; Kane
Pelatih: Thomas Tuchel




























