SATELITNEWS.COM, TANGERANG – Suasana kebun bambu di Desa Ciakar, Kecamatan Panongan, dipenuhi ribuan pengunjung saat Pasar Tradisional Alam Bambu Ciakar (ABC) resmi dibuka, Minggu (5/7). Mengusung konsep kearifan lokal, pasar yang menjadi wadah bagi pelaku UMKM kreatif itu langsung diserbu masyarakat hingga ribuan koin bambu sebagai alat transaksi ludes dalam hitungan jam.
Grand launching Pasar ABC diresmikan langsung oleh Wakil Bupati Tangerang, Intan Nurul Hikmah. Sebanyak 72 pelaku UMKM memamerkan 172 jenis kuliner tradisional, dengan salah satu menu andalan berupa pindang bandeng daun mengkudu.
Intan mengatakan, antusiasme masyarakat terhadap kehadiran Pasar ABC sangat tinggi. Bahkan, dalam beberapa jam setelah dibuka, para pelaku UMKM telah menghabiskan seluruh dagangannya.
“Hari ini kita melaksanakan Grand Launching Pasar ABC. Selamat datang warga Kabupaten Tangerang, selamat datang para pelaku UMKM. Mari kita bergotong royong untuk terus membangun roda ekonomi bersama-sama. Hari ini ada 72 pelaku UMKM yang menjajakan 172 jenis makanan tradisional di Pasar ABC,” kata Intan Nurul Hikmah kepada Satelit News, Minggu (5/7).
Menurut Intan, pasar tradisional bukan sekadar tempat bertransaksi, tetapi juga menjadi ruang pelestarian budaya sekaligus penggerak ekonomi masyarakat. Apalagi, Pasar ABC hadir dengan nuansa kebun bambu yang mencerminkan identitas Kabupaten Tangerang, yang dikenal memiliki beragam kerajinan berbahan baku bambu.
“Pasar ini merupakan wadah, akar budaya, serta momentum berkumpulnya para pelaku UMKM. Bukan hanya soal perniagaan, tetapi juga menjadi ruang bertukar ide dan kreativitas untuk saling mendukung,” ujarnya.
Baca Juga: Legislator Kabupaten Tangerang Siapkan Pembahasan Perda LGBTQ
Ia mengaku gembira melihat tingginya antusiasme masyarakat yang memadati lokasi sejak pagi. Menurutnya, kondisi tersebut menunjukkan budaya pasar tradisional masih memiliki tempat di hati masyarakat Kabupaten Tangerang.
Pasar ABC dijadwalkan beroperasi setiap dua pekan sekali, tepatnya pada hari Minggu.
Keunikan lain dari pasar ini adalah sistem transaksi yang menggunakan koin bambu sebagai alat pembayaran. Pengunjung terlebih dahulu menukarkan uang tunai dengan koin bambu sebelum berbelanja di seluruh stan UMKM.
“Jadi sistem transaksinya, pengunjung harus menukar uang dengan koin, lalu koin itu dibelanjakan. Hari ini pengelola menyediakan 8.000 koin dan sudah habis,” kata Intan.
Salah seorang pengunjung, Eva, mengaku sengaja datang bersama kedua anaknya untuk menghadiri grand launching Pasar ABC sekaligus mencicipi beragam kuliner tradisional yang dijual para pelaku UMKM.
“Sudah ngira pasti bakal ramai, apalagi yang membuka Bu Wakil Bupati. Saya ditemani anak-anak juga biar mereka sekalian jajan,” ujarnya.
Baca Juga: DPRD Kabupaten Tangerang Nilai Perpres Bisa Jadi Dasar Perda Terkait LGBTQ
Eva menilai kehadiran Pasar ABC menjadi langkah positif dalam mendukung pelaku usaha kecil sekaligus mengangkat potensi budaya lokal.
“Saya juga punya usaha kecil-kecilan di rumah, jadi ikut senang dengan perhatian seperti ini,” tandasnya. (alfian/aditya)




























