SATELITNEWS.COM, TANGSEL—Memasuki musim kemarau, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkar) Kota Tangerang Selatan (Tangsel) meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran yang dipicu cuaca panas dan kondisi lingkungan yang kering.
Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Tangerang Selatan, Ahmad Dohiri menyampaikan pihaknya telah memetakan sedikitnya tiga kecamatan yang memiliki tingkat kerawanan kebakaran cukup tinggi yakni Ciputat, Ciputat Timur dan Pamulang.
“Yang dikhawatirkan dengan kondisi ekstrem ini, kita banyak wilayah kawasan rawan kebakaran terutama daerah Ciputat, Ciputat Timur dan Pamulang. Itu kawasan padat penduduk, ini yang harusnya juga kita antisipasi,” ujarnya saat dikonfirmasi, Kamis (2/7).
Dohiri mengatakan cuaca ekstrem yang ditandai dengan meningkatnya suhu udara menjadi salah satu faktor yang dapat memperbesar risiko terjadinya kebakaran, terutama di kawasan permukiman padat penduduk. Menurutnya, wilayah dengan kepadatan bangunan yang tinggi membutuhkan perhatian khusus
karena api dapat dengan cepat merambat dari satu bangunan ke bangunan lain apabila terjadi kebakaran.
Untuk mengantisipasi meningkatnya potensi kebakaran selama musim kemarau, Damkar Tangsel tidak hanya mengandalkan kesiapsiagaan petugas pemadam,
tetapi juga menggerakkan Relawan Pemadam Kebakaran (Redkar) yang tersebar di seluruh wilayah kota.
“Makanya kami gerakan teman-teman redkar juga untuk mengedukasi warga agar waspada musim kering ini,” katanya.
Baca Juga: Pria Tewas Tertemper KRL di Stasiun Jurangmangu Tangsel
Para relawan tersebut diberi tugas melakukan edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat mengenai langkah-langkah pencegahan kebakaran sejak dini. Edukasi difokuskan pada upaya mengurangi potensi munculnya sumber api di lingkungan permukiman.
Ia menjelaskan, masyarakat diminta lebih memperhatikan kondisi instalasi listrik di rumah masing-masing. Instalasi yang sudah tua atau rusak sebaiknya segera diganti karena berpotensi memicu korsleting listrik, yang selama ini menjadi salah satu penyebab utama kebakaran rumah.
“Waspada dalam artian menjaga rumah sendiri, kalau instalasi listrik sudah usang, ganti yang baru agar tidak mudah terbakar. Jangan bakar sampah, pokoknya kita kerahkan untuk sosialisasi ke masyarakat,” jelasnya
Sebagai informasi, Damkar Tangsel memiliki 1.674 anggota Redkar yang tercatat aktif. Mereka tersebar di seluruh 54 kelurahan di Kota Tangerang Selatan dan telah dibentuk hingga tingkat Rukun Warga (RW), sehingga diharapkan mampu menjadi garda terdepan dalam upaya pencegahan kebakaran di lingkungan masing-masing. (eko)




























