SATELITNEWS.COM, TANGSEL—Perjalanan Commuter Line lintas Rangkasbitung–Tanah Abang sempat mengalami gangguan setelah terjadi insiden seorang pria tertemper kereta di area emplasemen Stasiun Jurangmangu, Kota Tangerang Selatan (Tangsel), Kamis (2/7/2026) sore.
Kapolsek Ciputat Timur, Kompol Bambang Askar Sodiq menyampaikan bahwa korban dinyatakan meninggal dunia dalam peristiwa tersebut. Kata dia, pihaknya telah mendatangi lokasi guna melakukan olah tempat kejadian (TKP).
“Jajaran Polsek Ciputat Timur bergerak cepat menindaklanjuti laporan adanya kejadian yang mengakibatkan seorang warga meninggal dunia di area emplasemen Stasiun Jurangmangu. Saat ini jenazah sdh dibawa ke RS Fatmawati Jaksel,” ujarnya.
Bambang menuturkan, proses penanganan saat ini masih berlangsung. Petugas dari Polsek Ciputat Timur bersama Tim Inafis Polres Tangerang Selatan tengah melakukan olah TKP menggunakan metode Scientific Crime Investigation (SCI) guna memastikan penyebab kejadian secara tepat dan profesional.
“Petugas juga masih melakukan pendataan serta meminta keterangan dari saksi-saksi di sekitar TKP. Masyarakat diimbau untuk tidak berspekulasi dan menunggu hasil resmi dari proses penyelidikan yang sedang berjalan,” jelasnya.
Diketahui, peristiwa itu juga mengakibatkan sejumlah perjalanan kereta mengalami keterlambatan selama proses evakuasi dan sterilisasi jalur. Manager Public Relations KAI Commuter, Leza Arlan mengatakan laporan pertama diterima dari masinis Commuter Line Nomor 1737D relasi Rangkasbitung–
Tanah Abang sekitar pukul 15.35 WIB. Saat melintas di Jalur II emplasemen Stasiun Jurangmangu, kereta dilaporkan menemper seorang yang berada di lintasan.
Baca Juga: Padat Penduduk, Tiga Kecamatan di Tangsel Rawan Kebakaran
Setelah menerima laporan tersebut, petugas stasiun bersama personel terkait segera menuju lokasi untuk mengamankan area, melakukan proses evakuasi, serta mensterilkan jalur agar perjalanan kereta dapat kembali berlangsung dengan aman.
Berdasarkan laporan visual dari kabin masinis, korban diduga sengaja berada di jalur rel saat kereta melintas. Dugaan awal mengarah pada tindakan bunuh diri. Namun, penanganan lebih lanjut tetap dilakukan oleh aparat berwenang sesuai prosedur yang berlaku.
“Berdasarkan laporan visual dari kabin masinis, yang bersangkutan terindikasi melakukan tindakan bunuh diri saat Commuter Line melintas di Stasiun Jurangmangu,” jelas Leza.
Selama proses evakuasi berlangsung, perjalanan Commuter Line tujuan Tanah Abang dari arah Rangkasbitung sempat dihentikan sementara. Hal itu disebabkan posisi korban berada di jalur rel sehingga tidak memungkinkan kereta melintas hingga proses penanganan selesai.
Setelah evakuasi rampung dan lintasan dinyatakan aman, perjalanan kereta kembali dibuka pada pukul 16.03 WIB. Meski demikian, dampak insiden tersebut masih terasa pada operasional perjalanan Commuter Line.
Tercatat sedikitnya lima perjalanan Commuter Line Rangkasbitung tujuan Tanah Abang mengalami keterlambatan dengan rentang waktu sekitar 19 hingga 28 menit. Untuk mengurangi dampak gangguan terhadap perjalanan berikutnya, KAI Commuter menerapkan rekayasa pola operasi. Dalam skema tersebut, Commuter Line Nomor 1739 relasi Parung Panjang–Tanah Abang hanya dioperasikan sampai Stasiun Sudimara. Selanjutnya rangkaian kereta tersebut kembali diberangkatkan sebagai Commuter Line Nomor 1742D relasi Sudimara–Parung Panjang.
Baca Juga: Layanan SIM Keliling Tangsel Jumat 3 Juli 2026, Cek Lokasinya
KAI Commuter mengimbau seluruh pengguna jasa untuk selalu mengutamakan keselamatan selama berada di area stasiun maupun saat menggunakan kereta. Masyarakat juga diminta tidak melakukan tindakan yang dapat membahayakan diri sendiri maupun mengganggu keselamatan perjalanan kereta api.
“Jadilah pengguna yang tertib dengan mengutamakan keselamatan dan kenyamanan pengguna lain selama menggunakan commuter line,” pungkasnya. (eko)




























