SATELITNEWS.COM, PANDEGLANG — Anggota Fraksi PPP DPRD Kabupaten Pandeglang, E. Supriadi mengaku, prihatin dan mendesak segera ada penanganan terkait longsor tebing di kawasan Huntap Tunggal Jaya, Kampung Palimping RT 02 RW 03, Desa Tunggal Jaya, Kecamatan Sumur, Kabupaten Pandeglang.
Katanya, peristiwa semacam itu tidak boleh dibiarkan atau ditunda berlarut-larut. Karena, hanya akan menimbulkan kerusakan yang lebih parah, terlebih mengancam korban jiwa.
Ketua DPC PPP Kabupaten Pandeglang ini menegaskan, saat ini hujan masih kerap mengguyur beberapa wilayah di Kabupaten Pandeglang.
Artinya, longsoran tebing tersebut dipastikan akan terus meluas dan semakin mendekat ke pemukiman penyintas bencana tsunami Selat Sunda tahun 2018 silam.
“Harus ditangani segera, jangan biarkan masyarakat was was atau terus menerus ditengah kekhawatiran,” tegas Supriadi, Sabtu (27/6/2026).
Pria yang akrab disapa Abah Jangkung ini mengatakan, instansi terkait dalam hal ini Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Pandeglang, segera turun ke lokasi.
Baca Juga: Diterkam Buaya, Bocah Asal Sumur Pandeglang Jalani Perawatan Intensif
“Monitoring secepatnya, lakukan langkah cepat dan tepat, agar masyarakat terselamatkan,” pungkasnya.
Sebelumnya, Ketua Lembaga Independen Pemantau Pembangunan (LIPP) Banten, Suherman Pratama, mendesak Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Pandeglang, mengambil langkah cepat dan tepat, serta tidak abai terhadap kejadian itu.
Kata Herman, kejadian itu sudah berlangsung sejak 6 bulan lalu dan sudah seharusnya mendapat perhatian, serta penanganan dari pihak terkait. Jangan sampai menunggu ada korban, lalu bertindak.
Menurutnya, mereka yang tinggal di Hunian Tetap (Huntap) adalah penyintas tsunami Selat Sunda tahun 2018 silam. Jangan sampai, nanti mereka menjadi korban longsor.
“Harus segera ada penanganan, jangan menunggu, apalagi sampai ada korban nantinya,” tegas Herman, Kamis (25/6/2026).
Mereka yang menetap di Huntap, ujarnya, harus mendapat jaminan keamanan, kenyamanan dan keselamatan. Karena, rasa trauma atas musibah tsunami beberapa tahun silam-pun, masih belum hilang 100 persen dari ingatan masyarakat.
Baca Juga: Membangun Kemandirian Masyarakat, Kades Bandung Pandeglang Kembangkan Potensi Desa
“Lakukan penanganan optimal, jangan abai apalagi dibiarkan berlarut-larut,” tukasnya.
Diberitakan sebelumnya, Pembina Boedak Saung Rescue (BSR) Ade Mulyana, mendesak pihak terkait dalam hal ini Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pandeglang, bergerak dan respon cepat atas peristiwa longsoran tanah tebing di area Hunian Tetap (Huntap) Kampung Palimping RT 02 RW 03, Desa Tunggal Jaya, Kecamatan Sumur, Kabupaten Pandeglang.
Karena katanya, kondisi tersebut sudah sangat mengkhawatirkan dan mengancam keselamatan masyarakat khususnya para penghuni Huntap yang merupakan penyintas bencana tsunami Selat Sunda tahun 2018 silam.
Katanya, perangkat desa, kecamatan dan kabupaten, diharapkan berkoordinasi dengan cepat, serta mengambil langkah tepat dan bijak menindaklanjuti kejadian itu.
“Itu sudah terjadi sejak bulan Januari 2026 lalu, sampai sekarang belum ada langkah antisipatif atau tindakan mitigasi. Sedangkan curah hujan masih terjadi,” kata Ade, Rabu (24/6/2026).
Pengakuan masyarakat sekitar, kejadian itu sudah tersampaikan ke Ketua RT/RW, aparatur desa maupun kecamatan. Namun, entah kendala apa, hingga kini belum ada tindaklanjut.
Pihaknya sangat tidak menginginkan, harus menunggu ada korban terlebih dahulu lalu para pihak terkait bergerak. Seyogyanya, sebelum ada korban, sudah dilakukan tindakan antisipatif.
“Laporan dari anggota kami di wilayah Kecamatan Sumur, kikisan longsoran tanah tebing itu semakin mendekat ke pemukiman warga,” tukasnya.
Terpisah, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Pandeglang, Roni menyatakan, pihaknya sudah menerima laporan kejadian itu.
“Saya sudah tugaskan Bidang SDA dan UPT irigasi, untuk cek ke lokasi,” tandasnya.
Diketahui, sedikitnya 10 Kepala Keluarga (KK) atau kurang lebih 40 jiwa, warga penghuni tetap (Huntap) Kampung Palimping RT 02 RW 03, Desa Tunggal Jaya, Kecamatan Sumur, Kabupaten Pandeglang, was was dan resah dengan adanya longsoran tanah yang terjadi sejak Januari 2026 lalu.
Informasi yang dihimpun, longsoran tebing dengan ketinggian sekitar 15 meter dan lebar sekitar 50 meter itu, terjadi akibat hujan deras yang kerap mengguyur wilayah sekitar sejak beberapa bulan lalu.
Sayangnya, hingga kini kondisi tersebut belum ada penanganan atau belum ditindaklanjuti oleh pihak terkait, baik Pemerintahan Kecamatan Sumur, maupun Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pandeglang. (mardiana)

















