SATELITNEWS.COM, LEBAK–Penantian masyarakat terhadap beroperasinya Jalan Tol Serang-Panimbang mulai mendekati kenyataan. Ruas Rangkasbitung-Cikulur-Cileles sepanjang sekitar 24,17 kilometer kini memasuki tahapan Uji Laik Fungsi dan Operasi (ULFO) dan ditarget bisa digunakan sepenuhnya menjelang Natal dan Tahun 2026 secara gratis pada momen tersebut.
Uji laik menjadi salah satu proses penting sebelum jalan tol dapat digunakan masyarakat. Berbagai aspek mulai dari kondisi teknis jalan, keselamatan pengguna, keamanan, hingga kesiapan fasilitas pelayanan diperiksa untuk memastikan ruas tol memenuhi persyaratan operasional.
PT Wijaya Karya Serang Panimbang (WSP) selaku badan usaha pengelola menyebut pelaksanaan ULFO menjadi bagian penting untuk memastikan ruas tol tidak hanya selesai secara fisik, tetapi juga siap memberikan pelayanan kepada pengguna jalan.
Direktur Utama WSP Puspita Anggraeni mengatakan pihaknya ingin memastikan seluruh unsur pendukung operasional telah memenuhi standar sebelum tol dibuka. “Memasuki tahap ULFO merupakan tonggak penting bagi WSP dan masyarakat Banten. Fokus kami bukan sekadar menyelesaikan pembangunan jalan, tetapi memastikan ruas ini benar-benar siap memberikan layanan yang aman, andal, dan nyaman,” ujar Puspita, kepada SatelitNews.Com, Senin (28/9/2026).
Menurut dia, pemeriksaan dilakukan terhadap sejumlah komponen yang berkaitan langsung dengan keselamatan dan pelayanan pengguna. WSP juga memastikan fasilitas operasi serta aspek teknis lainnya telah dipersiapkan sesuai ketentuan yang berlaku.
Jika nantinya resmi beroperasi, keberadaan ruas Rangkasbitung-Cileles diproyeksikan memperpendek akses dari Kabupaten Lebak menuju kawasan ekonomi di Banten hingga Jabodetabek. Kehadiran jalan bebas hambatan tersebut sekaligus menjadi pintu masuk yang lebih mudah menuju wilayah Banten Selatan.
Baca Juga: Tol Serpan Seksi II Resmi Dibuka, Rangkasbitung–Cileles Kini Cuma 8 Menit
Tak hanya soal waktu tempuh, konektivitas baru itu diharapkan memberikan dampak terhadap aktivitas ekonomi masyarakat. Distribusi barang dan logistik, sektor pariwisata, hingga peluang investasi menjadi sejumlah sektor yang diperkirakan ikut terdorong.
“Bagi WSP, keberhasilan jalan tol tidak hanya diukur dari tersambungnya ruas, tetapi dari manfaat yang tumbuh di sepanjang koridornya. Konektivitas ini harus membuka akses pasar, memperlancar logistik, mendukung pariwisata, dan menciptakan peluang ekonomi baru bagi masyarakat,” kata Puspita.
Manajer Bidang Pemasaran Strategis dan Pengembangan Usaha WSP, Muhammad Albagir, mengungkapkan terdapat target agar ruas tersebut sudah dapat dimanfaatkan masyarakat pada momentum Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2026. “Target kami bisa dibuka dan operasi tanpa tarif (gratis) di Desember (Nataru) 2026,” ujar Albagir.
Dengan target tersebut, masyarakat berpeluang menjajal langsung ruas tol baru itu pada periode libur akhir tahun. Namun, pembukaan tetap menunggu seluruh tahapan dan persyaratan sebelum jalan dinyatakan siap beroperasi.
Jalan Tol Serang-Panimbang sendiri dikembangkan sebagai bagian dari jaringan konektivitas jalan tol di Provinsi Banten. Jalur tersebut nantinya menghubungkan kawasan Banten Utara dan Jabodetabek dengan wilayah Banten bagian tengah hingga selatan.
WSP juga menyampaikan apresiasi kepada Kementerian Pekerjaan Umum, Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT), Pemprov Banten, Pemkab Lebak, jajaran aparat keamanan, mitra kerja serta masyarakat yang selama ini mendukung pembangunan Jalan Tol Serang-Panimbang.
Baca Juga: Taat Bayar PBB, Pemkab Serang Undi 2 Tiket Umrah Untuk Warga
“Kehadiran tol ini diharapkan tidak berhenti pada terbukanya akses transportasi baru. Lebih jauh, konektivitas tersebut ditargetkan mampu menjadi penggerak aktivitas ekonomi baru di sepanjang koridor Rangkasbitung hingga Banten Selatan,” pungkasnya.(mulyana)


















