SATELITNEWS.COM, TANGERANG—Hanya dalam waktu sekitar satu jam, dua tas berisi uang tunai belasan juta rupiah dan dokumen penting raib dari sebuah mobil yang diparkir di kawasan Buaran Indah, Kota Tangerang. Polisi kini menyelidiki kasus pencurian dengan modus memecahkan kaca mobil yang menimpa Ika Lestari, putri Wali Kota Tangerang Sachrudin.
Kasus tersebut kini ditangani Satuan Reserse Kriminal Polres Metro Tangerang Kota setelah korban melaporkan kejadian itu melalui layanan darurat 110. Polisi masih mengumpulkan keterangan saksi dan alat bukti untuk mengungkap pelaku.
Pelaksana tugas Kasi Humas Polres Metro Tangerang Kota AKP Iwan Herisetiawan membenarkan laporan tersebut. Menurut dia, penyelidikan masih terus berlangsung. “Korban sudah melapor melalui layanan 110. Saat ini kasusnya masih dalam penyelidikan oleh Satreskrim Polres Metro Tangerang Kota,” kata Iwan saat dikonfirmasi Satelitnews via WhatsApp. Senin (6/7/2026).
Peristiwa itu terjadi di Jalan Pengayoman Utara I, Kelurahan Buaran Indah, Kecamatan Tangerang, Sabtu (4/7/2026) sekitar pukul 21.00 WIB. Saat itu korban memarkirkan kendaraannya untuk menghadiri acara keluarga di kawasan Jalan Benteng Betawi.
Sekitar satu jam kemudian, korban kembali ke lokasi parkir dan mendapati salah satu kaca mobil telah dipecahkan. Pelaku diduga memanfaatkan kondisi kendaraan yang ditinggalkan tanpa pengawasan untuk melancarkan aksinya.
Dari dalam mobil, pelaku membawa kabur dua tas milik korban. Berdasarkan laporan yang diterima kepolisian, tas tersebut berisi uang tunai yang diperkirakan mencapai belasan juta rupiah, dompet, kartu identitas, kartu ATM, serta sejumlah barang pribadi lainnya.
Baca Juga: Bentrokan di Ciledug Lukai Lima Orang
Polisi kini menelusuri identitas pelaku, termasuk mengumpulkan keterangan saksi dan kemungkinan rekaman kamera pengawas (CCTV) di sekitar lokasi kejadian. AKP Iwan juga mengimbau masyarakat agar tidak meninggalkan uang tunai, tas, maupun barang berharga di dalam kendaraan, meski hanya diparkir dalam waktu singkat. Masyarakat juga diminta memilih lokasi parkir yang terang, ramai, dan berada dalam pengawasan petugas maupun kamera CCTV untuk mengurangi risiko menjadi sasaran tindak kejahatan.
Sebelumnya Wali kota Tangerang kepada awak media mengatakan, bahwa kasus itu tidak boleh dilihat dari siapa korbannya, melainkan menjadi pengingat bagi seluruh masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan.
“Ini bukan persoalan siapa korbannya. Yang terpenting adalah kita semua harus mewaspadai persoalan keamanan, ketertiban, dan kenyamanan masyarakat,” kata Sachrudin kepada wartawan, Senin (6/7/2026) di Pusat Pemerintahan Kota Tangerang.
Ia mengatakan keamanan lingkungan merupakan tanggung jawab bersama antara pemerintah, aparat penegak hukum, dan masyarakat. Karena itu, menurutnya, upaya menjaga keamanan tidak dapat hanya dibebankan kepada kepolisian. “Polisi tidak bisa bekerja sendirian. Masyarakat juga harus bersama-sama menjaga keamanan, kenyamanan, dan meningkatkan kewaspadaan,” ujarnya.
Sachrudin mengajak masyarakat untuk membangun budaya waspada tanpa harus hidup dalam ketakutan. Menurutnya, berbagai risiko kejahatan dapat diminimalkan melalui ikhtiar dan langkah-langkah pencegahan. “Takdir itu kita jemput dengan usaha, dengan ikhtiar, dan dengan kewaspadaan. Tetapi kita juga tidak boleh takut melangkah. Yang penting adalah tetap waspada,” katanya.
Terkait kasus yang menimpa anaknya, Sachrudin mengaku tidak mengetahui secara rinci kronologi kejadian maupun barang-barang yang hilang. Namun, ia menyebut berdasarkan informasi yang diterimanya, korban telah melaporkan kejadian tersebut kepada pihak kepolisian. “Setahu saya kemarin sudah (melapor). Untuk kronologinya saya tidak tahu persis. Saya hanya menyampaikan agar selalu waspada dan berhati-hati,” ujarnya. (ari)
Baca Juga: 100 Personel Polres Metro Tangerang Kota Naik Pangkat




























