SATELITNEWS.COM, TANGSEL–Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Kota Tangerang Selatan (Tangsel) memastikan program seragam gratis bagi siswa akan segera terealisasikan. Distribusi seragam diperkirakan akan dilakukan setelah dimulainya Tahun Ajaran 2026/2027 mendatang.
Pelaksanaan program ini juga masih menunggu pengesahan anggaran melalui APBD Perubahan Tahun 2026. Karena itu, distribusi seragam diperkirakan dilakukan setelah dimulainya Tahun Ajaran 2026/2027.
“Ini kan ada di APBD perubahannya anggarannya. Iya setelah tahun ajaran barulah, ya tidak jauh dari ajaran barulah. Pokoknya dari ajaran barulah, tahun ajaran baru 2026-2027,” ujar Kepala Dindikbud Tangsel, Deden Deni, Jumat (3/7).
Deden menyampaikan bahwa program tersebut akan dilaksanakan secara bertahap dengan menyasar peserta didik baru pada seluruh jenjang pendidikan negeri, mulai dari TK, SD hingga SMP. Rupanya, rencana program yang bergulir sejak beberapa minggu lalu ini hanya diprioritaskan bagi siswa dari keluarga miskin.
“Iya bertahap, yang afirmasi dulu yang tidak mampu,” ucapnya.
Menurutnya, pemberian bantuan seragam yang belum mencakup seluruh peserta didik karena masih menyesuaikan kemampuan anggaran daerah. Untuk tahap pertama, bantuan hanya diberikan kepada siswa yang baru memasuki kelas 1 di masing-masing jenjang pendidikan.
Baca Juga: Musim Kemarau, Ribuan Kepala Keluarga di Tangsel Berpotensi Alami Krisis Air Bersih
Ia menjelaskan, ke depan bantuan seragam akan diberikan lebih dari satu kali selama masa sekolah. Khusus jenjang SD, misalnya, siswa direncanakan menerima bantuan saat duduk di kelas 1 dan kembali saat kelas 4.
“Iya semua, tapi cuma kelas satu doang. Untuk tahap pertama kelas satu dulu,” sebutnya.
Meski belum merinci jumlah penerima manfaat pada tahap awal dari semua jenjang pendidikan, Deden memastikan data penerima sudah tersedia.
“Sudah ada datanya. Di semua jenjang, di TK, di SD, di SMP sudah ada sih angkanya, udah ada,” katanya.
Adapun jenis seragam yang akan diberikan meliputi seragam batik sekolah dan seragam olahraga. Pemilihan dua jenis seragam tersebut bukan tanpa alasan. Menurut Deden, kedua seragam itu memiliki desain khas yang berbeda di setiap sekolah sehingga tidak diperjualbelikan secara umum.
Kata Deden, pihaknya telah menginformasikan soal program tersebut. Semua kepala sekolah pun telah dibekali informasi yang nantinya disampaikan kepara orang tua siswa.
Baca Juga: Pria Tewas Tertemper KRL di Stasiun Jurangmangu Tangsel
“Sosialisasi pasti, selain kita sekolah juga menyampaikan kepada orang tua informasi yang sebenarnya. Sudah disampaikan kepada kepala sekolah sudah duluan. Nanti momentumnya pas daftar ulang anak-anak untuk disampaikan kepada orang tua siswa,” pungkasnya. (eko)




























