SATELITNEWS.COM, TANGSEL–Memasuki musim kemarau, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Tangerang Selatan (Tangsel) meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi terjadinya kekeringan yang dapat berdampak pada ribuan warga.
Komandan Pleton Satuan Tugas BPBD Kota Tangerang Selatan, Dian Wiryawan mengatakan bahwa kondisi cuaca saat ini masih terus dipantau. Menurutnya, upaya modifikasi cuaca yang dilakukan pemerintah bersama BNPB dan BMKG menjadi salah satu faktor yang diharapkan mampu mengurangi risiko kekeringan selama musim kemarau.
“Tangsel berpotensi kekeringan memang ada. Tapi semoga saja tidak ada. Soalnya sekarang masih modifikasi cuaca terus BNPB dan BMKG,” ujarnya, Minggu (5/7/2026).
Meski demikian, BPBD tidak ingin lengah. Berdasarkan pengalaman pada tahun-tahun sebelumnya, sejumlah wilayah di Kota Tangerang Selatan, khususnya Kecamatan Setu, hampir selalu masuk dalam kategori daerah rawan kekeringan.
Dian menjelaskan, Kelurahan Keranggan menjadi salah satu kawasan yang paling berpotensi mengalami kesulitan air bersih ketika musim kemarau berlangsung lebih lama dari biasanya. Bahkan, hampir seluruh wilayah di Kecamatan Setu memiliki tingkat kerawanan yang cukup tinggi, kecuali Kelurahan Babakan.
“Wilayah rawan kekeringan di Tangsel masuk Kelurahan Keranggan, Kecamatan Setu. Jadi hampir semua kecamatan Setu kecuali Babakan itu daerah terdampak kekeringan dan berpotensi,” jelasnya.
Baca Juga: Lantai 2 Toko Bangunan Ludes Terbakar di Pamulang, Pemilik dan Pegawai Selamat
Data BPBD mencatat, pada musim kemarau tahun 2023 sedikitnya terdapat 36 Rukun Tetangga (RT) yang terdampak kekeringan. Jika setiap RT dihuni rata-rata sekitar 50 kepala keluarga, maka jumlah warga yang berpotensi terdampak mencapai sekitar 1.800 kepala keluarga atau ribuan jiwa.
Sebagai informasi, setiap datang musim kemarau, sumur rumah warga khususnya di wilayah Kecamatan Setu alami kekeringan. Sehingga, kebutuhan air untuk sehari-hari terbatas. Biasanya, pemerintah daerah melalui BPBD mendistribusikan air bersih apabila sewaktu-waktu masyarakat mulai mengalami kesulitan mendapatkan pasokan air.
Air bersih akan disalurkan pada titik yang telah ditentukan. Nantinya masyarakat dapat mengambil air untuk kebutuhan sehari-hari. (eko)




























