SATELITNEWS.COM, TANGERANG – WH Institute berkolaborasi dengan PT Agrobisnis Banten Mandiri (Perseroda) melalui PPMSE Plaza Banten menggelar Pelatihan UMKM Go Digital 2026 di Aula Birrul Waalidain, Kecamatan Pinang, Kota Tangerang, Minggu (5/7/2026).
Kegiatan bertema “Membangun UMKM yang Adaptif, Modern, dan Berdaya Saing di Era Digital” ini diikuti sekitar 150 pelaku UMKM dari Kota Tangerang, Kabupaten Tangerang, dan Kota Tangerang Selatan.
Kepala Divisi Riset dan Teknologi Informasi PT Agrobisnis Banten Mandiri (Perseroda), Endang Saputra, mengatakan transformasi digital telah menjadi kebutuhan agar UMKM mampu bertahan dan berkembang di tengah perubahan pasar.
Menurutnya, pelaku UMKM tidak hanya dituntut menghasilkan produk berkualitas, tetapi juga membangun branding, menghadirkan kemasan yang menarik, memanfaatkan pemasaran digital, serta memahami perilaku konsumen.
“Persaingan usaha saat ini bukan hanya soal harga. Produk harus memiliki identitas yang kuat, mudah ditemukan secara digital, dan mampu membangun kepercayaan pelanggan. Itulah yang ingin kami dorong melalui Plaza Banten,” ujarnya, Senin (6/7/2026).
Endang menjelaskan, Plaza Banten hadir sebagai wadah promosi, pemasaran, dan pengembangan produk unggulan UMKM Banten. Selain membuka akses pasar, Plaza Banten juga memberikan pendampingan untuk meningkatkan kapasitas usaha, memperkuat branding, dan memperluas jaringan pemasaran.
Baca Juga: Polisi Selidiki Pencurian Pecah Kaca Mobil Putri Wali Kota Tangerang
Ia juga mendorong pelaku UMKM mulai menyiapkan strategi scale up agar mampu meningkatkan kepercayaan pasar. “Jangan hanya berpikir bertahan sebagai usaha mikro. Tingkatkan kualitas produk, manfaatkan teknologi digital, perluas pasar, dan bangun kepercayaan pelanggan. Plaza Banten siap menjadi mitra dalam proses itu,” katanya.
Dalam sesi diskusi, sejumlah peserta menyampaikan kendala arus kas akibat pembayaran pembeli yang kerap terlambat. Menanggapi hal itu, Endang mengungkapkan Plaza Banten tengah menyiapkan skema dana talangan (bridging financing) bagi transaksi yang telah memiliki purchase order (PO) terverifikasi. “Cash flow merupakan tantangan terbesar UMKM. Skema ini diharapkan membantu pelaku usaha tetap berproduksi meski pembayaran dari pembeli belum diterima,” jelasnya.
Selain pembiayaan, peserta juga mengharapkan pendampingan lanjutan dalam pemanfaatan teknologi digital. Endang memastikan Plaza Banten akan menghadirkan program pendampingan agar ilmu yang diperoleh selama pelatihan dapat diterapkan secara berkelanjutan.
Ia turut mendorong pelaku UMKM melengkapi legalitas usaha, seperti Nomor Induk Berusaha (NIB) dan Sertifikat Halal, karena menjadi syarat penting untuk meningkatkan kredibilitas, memperluas akses pasar, serta mengikuti pengadaan pemerintah maupun pasar digital.
Melalui program UMKM Go Digital 2026, PT Agrobisnis Banten Mandiri (Perseroda) berharap semakin banyak UMKM di Banten mampu bertransformasi menjadi usaha yang modern, berdaya saing, dan memanfaatkan teknologi digital untuk memperluas pasar. Plaza Banten juga berkomitmen membangun ekosistem UMKM melalui pendampingan, penguatan legalitas, akses pembiayaan, dan pemasaran digital.
Sebagai bentuk apresiasi, WH Institute bersama Plaza Banten menyerahkan sertifikat kepada seluruh peserta. Sertifikat dilengkapi QR Code yang dapat diverifikasi secara daring melalui situs WH Institute serta ditandatangani Pembina WH Institute Wahidin Halim dan Kepala Divisi Riset dan Teknologi Informasi PT Agrobisnis Banten Mandiri (Perseroda), Endang Saputra. (made)
Baca Juga: Anak Jadi Korban Kejahatan Pecah Kaca Mobil, Begini Respons Wali kota Tangerang




























