SATELITNEWS.COM, TANGERANG—Brasil tersingkir dari Piala Dunia 2026 usai dibungkam Norwegia 1-2 di babak 16 besar. Puasa gelar Selecao di pentas global pun berlanjut.
Tim asuhan Carlo Ancelotti tak berdaya di hadapan Erling Haaland dkk dalam laga di New York New Jersey Stadium pada Senin (6/7/2026) dini hari WIB. Pemilik lima gelar juara dunia itu di luar dugaan malah bermain bertahan sambil mengandalkan serangan balik.
Permainan reaktif itu akhirnya berujung blunder karena memberi kesempatan pada Norwegia mengontrol laga. Haaland membuka keunggulan di menit ke-79 usai menang duel udara atas Gabriel Magalhaes dan menanduk bola ke sudut kanan gawang Alisson Becker.
Lalu bomber 25 tahun itu kembali menjadi mimpi buruk Brasil usai mencetak gol kedua di menit ke-90. Ia mendapat ruang tembak di tepi kotak penalti dan memanfaatkan momen itu dengan melepas tembakan mendatar ke sudut kanan gawang.
Brasil tetaplah Brasil yang memiliki kualitas luar biasa sepanjang laga. Sejumlah peluang emas hadir mengancam gawang Orjan Nyland, namun hanya penalti Neymar di pengujung laga yang sukses bersarang di gawang tim asuhan Stale Solbakken. Skor 1-2 menjadi pil pahit yang harus ditelan Selecao.
Kekalahan ini mengulang apa yang terjadi di fase grup Piala Dunia 1998. Saat itu Brasil juga tumbang 1-2 dari Norwegia. Bedanya, saat itu mereka sudah lolos ke fase gugur, bahkan sampai melaju ke final. Sedangkan hasil kali ini membuat mereka angkat koper.
Baca Juga: Prancis Berhasil Lewati Ujian Permainan Keras
Untuk pertama kalinya sejak 1990, Brasil harus terdepak di babak 16 besar Piala Dunia. Dan catatan buruk mereka bukan hanya itu saja.
Brasil kini paling tidak harus menunggu hingga 2030 untuk bisa mengejar gelar Piala Dunia, yang artinya sudah 28 tahun berlalu sejak gelar juara kelima yang diraih oleh Ronaldo Nazario dkk pada 2002. Durasi itu akan sama dengan jarak Piala Dunia pertama digelar (1930) dan gelar pertama Brasil di tahun 1958 yang merupakan durasi terlama mereka tanpa gelar Piala Dunia.
Ini merupakan catatan terburuk Brasil di Piala Dunia sejak 1990. Brasil juga tersingkir di 16 besar pada Piala Dunia 1990. Pada empat edisi setelahnya, Brasil selalu melangkah paling tidak hingga delapan besar. Brasil menembus final di tiga edisi setelah 1990.
Mereka juara di 1994 dan 2002, serta jadi runner-up di 1998 usai kalah dari Prancis di final. Pada Piala Dunia 2006 dan 2010, Brasil terhenti di perempatfinal. Hal serupa terjadi di 2018 dan 2022. Sementara di 2014, Brasil mengakhiri turnamen di posisi keempat.
Kegagalan menembus perempatfinal Piala Dunia pertama kali dalam 36 tahun terakhir jelas jadi hal yang memalukan untuk Brasil. Apalagi, Brasil berstatus sebagai negara pemegang gelar Piala Dunia terbanyak dengan raihan lima trofi.
Materi pemain Brasil saat ini memang jauh berbeda dari era sebelum. Mereka tak lagi bertabur pemain bintang yang merata di setiap lini.
Baca Juga: Koeman Mundur Usai Gagal di Piala Dunia, Nagelsmann Enggan
Hal tersebut turut dikeluhkan oleh pelatih Brasil, Carlo Ancelotti usai tersingkir dari Piala Dunia 2026. Ia mengungkapkan Brasil butuh talenta muda yang bermain di level tertinggi. “Kita membutuhkan beberapa talenta muda, kita membutuhkan beberapa pemain di level tinggi berada di sepakbola Brasil,” ujar Ancelotti dikutip dari Reuters.
Kekalahan Brasil menjadi bukti bahwa Tim Skandinavia itu masih jadi momok Selecao. Pada duel pertama di Piala Dunia 1998, Brasil yang berstatus juara bertahan kala itu kalah dengan skor 1-2 di matchday terakhir fase grup.
Jika mengikutsertakan laga-laga frienldy, Norwegia punya tiga kemenangan dan dua seri, saat bertemu Brasil alias tidak terkalahkan! Norwegia jadi satu-satunya negara yang belum bisa dikalahkan Brasil di laga resmi maupun friendly. “Ini tim yang hebat, mereka senang bersama-sama, mereka berlatih dengan baik, mereka saling membantu dan melindungi satu sama lain,” ujar pelatih Norwegia, Stale Solbakken, di Reuters.
“Kami punya budaya yang kuat dan kami membiarkan orang untuk menjadi yang mereka mau dan berkata sesuka mereka, itu bagian yang sangat penting dari semua ini, baik di saat senang maupun susah.” (dm)




























