SATELITNEWS.COM, PANDEGLANG — Mitigasi kebencanaan kepada seluruh lapisan masyarakat, sepantasnya terus ditingkatkan guna meningkatkan kemandirian masyarakat terhadap kebencanaan.
Langkah itu, diintensifkan oleh Forum Pelestari Terumbu Karang (FPTK) Banten dan Perkumpulan Boedak Saung Barokah Putra Mandiri (PBSBPM), sebagai aktualisasi dari Perjanjian kerjasama (PKS) antara FPTK Banten dengan PBSBPM.
Ketua FPTK Banten Nurwarta Wiguna menegaskan, mitigasi kebencanaan harus dilakukan secara maksimal dan massif, baik ke kalangan pelajar, kaum muda, kaum perempuan, orang dewasa, akademisi, pemerintah, organisasi kemasyarakatan dan seluruh kalangan lainnya.
“Ini menjadi tanggung jawab bersama, agar masyarakat dapat meningkatkan kesadaran dan melakukan evakuasi mandiri ketika terjadi bencana,” kata Nurwarta, Kamis (9/7/2026).
Katanya, sudah seyogyanya masyarakat dibuat tenang dan nyaman. Artinya, pemerintah serta seluruh komponen harus bahu membahu menanggulangi kebencanaan.
Menurutnya, media edukasi dan propaganda yang akan disebar oleh FPTK Banten dan Perkumpulan Boedak Suang, diantaranya berupa poster, famplet, video edukasi dan jenis lainnya.
Baca Juga: Boedak Saung dan PGRI Pandeglang Jalin MoU Terkait Edukasi Mitigasi Kebencanaan
Sementara, Ketua Umum Perkumpulan Boedak Saung Mardiana Tirtalaksana menyatakan, kerjasama dengan FPTK Banten dalam melakukan sosialisasi mitigasi kebencanaan, sudah berlangsung sejak beberapa tahun lalu.
“Sosialisasi yang dilakukan, baik mitigasi kebencanaan, sosialisasi pengenalan terumbu karang, juga bagaimana melakukan simulasi kebencanaan,” ungkapnya.
Ditambahkannya, sejauh ini koordinasi dengan para pihak terkait termasuk relawan kemanusiaan, tetap dilakukan. Sehingga, diharapkan masyarakat tetap meningkatkan kewaspadaan dan berhati-hati.
Kabupaten Pandeglang ujarnya, merupakan daerah dengan tingkat kerawanan bencana tinggi. Banyak zona merah bencana yang harus diwaspadai, oleh karenanya jangan sampai terlena.
“Mitigasi kebencanaan, penting dilakukan. Agar tumbuh kesiapsiagaan masyarakat yang tinggi, dan minim korban saat terjadi bencana,” pungkasnya.
Banyak hal katanya, yang dapat dilakukan untuk menekan risiko bencana, diantaranya melakukan penghijauan di sejumlah kawasan, menormalisasi sungai, tidak membuang sampah sembarang dan perilaku hidup bersih dan sehat. (mardiana)
Baca Juga: BSR – PGRI Pandeglang Jajaki Program Sosialisasi Mitigasi Kebencanaan




























