SATELITNEWS.COM, TANGERANG—Pelaksanaan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) VII Banten tahun 2026 di Kota Tangerang Selatan (Tangsel) menimbulkan tanda tanya di kalangan peserta.
Musabab, hingga 130 hari jelang pelaksanaan Panitia Besar (PB) Porprov belum menyampaikan formulir tahapan pendaftaran yang memasuki tahapan pendaftaran nomor (Entry By Number) dan kelas pertandingan (Entry By Class).
Padahal dari tahapan yang telah diumumkan sebelumnya oleh PB Porprov yang dipimpin oleh Wakil Wali Kota Tangsel Pilar Saga Ichsan, pelaksanaan pendaftaran Entry By Number dan Entry By Class seharusnya sudah dilakukan sejak tanggal 1 Juli hingga 15 Juli 2026. Namun hingga kemarin, peserta Porprov VII belum mendapatkan tata cara pendaftaran yang sebelumnya disampaikan PB Porprov akan dilaksanakan secara online.
“Sejauh ini dari laporan CdM (Chef de Mission) dan PIC (Person In Charge) pendaftaran kami belum menerima baik link maupun formulir untuk melakukan pendaftaran. Bahkan kami belum menerima Berita Acara pendaftaran tahap pertama yakni Entry By Sport dari masing-masing peserta Porprov,” ungkap Adang Akbarudin, Sekretaris KONI Kabupaten Tangerang.
Abek, sapaannya, menegaskan atas tahapan-tahapan ini telah terjadi pelanggaran yang dilakukan oleh PB Porprov dan tidak mendapat perhatian dari SC (Steering Committee) atau panitia pengarah dari KONI Banten.
“Ini harus jadi perhatian dari KONI Banten dan Pemprov Banten atas terhambatnya pelaksanaan tahapan ini,” tegas Adang.
Baca Juga: Tiga Gudang di Taman Tekno Tangsel Ludes Terbakar, Kerugian Diperkirakan Miliaran Rupiah
Berdasarkan informasi yang didapat dari grup WA PIC Pendaftaran Porprov bahwa keterlambatan tahapan entry by number dan by class karena ada beberapa cabor yang belum menyerahkan daftar nomor dan kelas yang dipertandingkan. Sehingga membuat PB Porprov dan KONI Banten belum bisa menyelesaikan Buku Pedoman Umum Porprov VII.
Bahkan berdasarkan info yang didapat dari intern KONI Banten saat ini mereka kesulitan untuk bisa menerapkan nomor dan kelas yang akan dipertandingkan karena banyak cabor yang dipertandingkan tidak sesuai dengan nomor dan kelas yang dipertandingkan di PON.
“Contoh cabor judo dalam ajuan dari Pengcab PJSI Kota Tangsel hanya mempertandingkan 9 nomor dari 16 nomor wajib PON, 7 nomor yang dihapus adalah cabor yang menjadi andalan Banten meraih medali emas PON. Ini nggak sesuai dengan aturan Porprov yang mengacu pada pelaksanaan PON,” jelas sumber tersebut. (gatot)




























