SATELITNEWS.COM, LEBAK – Nilai Indeks Pembangunan Literasi Masyarakat (IPLM) Kabupaten Lebak pada 2025 mengalami penurunan.
Menyikapi kondisi tersebut, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispusar) Kabupaten Lebak mendorong sekolah mengalokasikan sebagian dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) untuk menambah koleksi buku bacaan umum atau non-paket di perpustakaan.
Kepala Dispusar Kabupaten Lebak, Eka Prasetiawan, menjelaskan penurunan nilai IPLM lebih disebabkan perubahan instrumen penilaian yang diterapkan Perpustakaan Nasional (Perpusnas). Dalam mekanisme terbaru, ketersediaan buku bacaan umum di perpustakaan sekolah menjadi salah satu indikator utama penilaian.
“Instrumen penilaian sekarang berbeda dengan sebelumnya. Perpustakaan sekolah dinilai berdasarkan ketersediaan koleksi buku non-paket.
Sementara sebagian besar perpustakaan sekolah di Lebak masih didominasi buku paket pelajaran,” kata Eka, Jumat (3/7/2026).
Ia mengungkapkan, Perpusnas kini tidak lagi menggunakan metode sampling dalam melakukan penilaian, melainkan memverifikasi seluruh perpustakaan sekolah.
Baca Juga: Anggaran Pembelian Buka pada Dispusar Lebak Hanya Rp 14 Juta
Perubahan sistem tersebut membuat banyak sekolah belum memenuhi indikator yang dipersyaratkan, sehingga berdampak pada penurunan nilai IPLM Kabupaten Lebak.
Meski demikian, Eka menegaskan turunnya skor IPLM tidak serta-merta mencerminkan rendahnya minat baca masyarakat. Menurutnya, perubahan metode penilaian menjadi faktor dominan yang memengaruhi capaian indeks literasi tahun ini.
Untuk meningkatkan nilai IPLM, Dispusar telah berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan agar sekolah memanfaatkan alokasi dana BOS untuk memperkaya koleksi perpustakaan, khususnya buku bacaan umum.
“Kami sudah menyampaikan kepada sekolah bahwa alokasi sekitar 10 persen dana BOS dapat dimanfaatkan untuk membeli buku non-paket.
Jadi tidak perlu ragu karena memang diperbolehkan. Harapannya koleksi bacaan umum di perpustakaan sekolah semakin bertambah,” ujarnya.
Selain mendorong penambahan koleksi buku, Dispusar juga terus memperkuat pembinaan terhadap pengelola perpustakaan sekolah maupun Taman Bacaan Masyarakat (TBM).
Baca Juga: Bupati Pandeglang Ajak Petani Optimalkan Teknologi Budidaya
Pembinaan dilakukan dengan mendatangi langsung sejumlah TBM untuk menyerap aspirasi sekaligus memetakan kebutuhan dalam meningkatkan layanan literasi.
“Kami berkeliling menemui pengelola TBM untuk mengetahui kebutuhan mereka. Pembinaan ini diharapkan dapat memperkuat budaya literasi masyarakat hingga ke tingkat desa,” katanya. (made)




























