SATELITNEWS.COM, PANDEGLANG – Pemkab Pandeglang, kembali menjadwalkan uji coba program Makan Bergizi Gratis (MBG). Kali ini, program tersebut bakal dilaksanakan 17 Februari, di Kecamatan Menes dan Kecamatan Labuan.
Diketahui, sebelumnya program tersebut bakal dilakukan pada 13 Januari 2025, namun diundur menjadi tanggal 20 Januari 2025. Akan tetapi, karena beberapa kendala program tersebut kembali diundur ke tanggal 3 Februari 2025, sayangnya hal itu belum terlaksana, dan diundur kembali ke tanggal 17 Februari 2025.
Asda I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat (Pemkesra) Doni Hermawan mengatakan, Pemkab Pandeglang secara prosedural sudah siap melaksanakan program MBG tersebut. Oleh karena, pengalokasian anggaran untuk program tersebut sudah dilakukan.
“Jadi gini, kalau Pemerintah Daerah sudah siap, karena memang kita sudah rapatkan. Kebetulan ini dananya dari Pemerintah Pusat, jadi nanti MBG ini terbagi dari Pusat, Provinsi dan Kabupaten. Sementara yang tanggal 17 Februari itu, yang tingkat nasional, sementara menjadi percontohan itu dua kecamatan yaitu Labuan dan Menes,” kata Doni, Selasa (4/2/2025).
Doni menerangkan, ada beberapa hal yang menjadi kendala belum bisa dilaksanakannya ujo coba MBG di Kabupaten Pandeglang. Diantaranya, karena sarana dan prasarana penunjang MBG belum lengkap, sehingga uji coba program tersebut belum bisa dilakukan.
“Kemarin itu, ada beberapa kali kemunduran karena tempat makan stainless belum disiapkan, sementara diantisipasi katering pakai Tupperware pengganti sementara, karena harus pakai stainless. Nah ini sedang disiapkan oleh mereka, kita lagi monitor, lagi kawal termasuk dari Kodim dan Polres juga mengawal karena ini harus terlaksana dengan baik,” tambahnya.
Baca Juga: Erupsi GAK Terus Meningkat, Sekolah di Pandeglang Berlakukan BDR
“Tugas kami dari Pemerintah Daerah, mengawal mempersiapkan Dinas Pendidikan secara garis besarnya, menyiapkan siswanya mana saja sekolah ditunjuk sementara yang 3.900 anak sekolah di Menes dan 3.500 anak sekolah lagi di Labuan,” timpalnya.
Dinas Kesehatan, lanjutnya, akan mengecek dapur yang disediakan untuk memasak. Tugasnya, memeriksa gizi dan kelayakan makanan yang akan disajikan kepada para siswa guna mencegah hal yang tidak diinginkan terjadi.
Pemkab Pandeglang, kata Doni, sudah membentuk tim untuk mengawasi kualitas makanan yang nantinya diberikan kepada para siswa. Dengan begitu, diharapkan tidak ada persoalan pada saat program MBG dilaksanakan.
“Kalau terjadi dampaknya akan nasional, ini harus kita antisipasi makanya kita bentuk tim jadi masing-masing dinas pendidikan dan dinas kesehatan sudah membentuk tim, yang di dapur umum tim Dinkes,” tuturnya.
“Di masing-masing kecamatan itu ada dua pendamping, satu dapur, di Labuan juga satu pendamping dua dapur, untuk kelas 1,2,3, dan TK pagi untuk kelas 4 sampai 6 itu siang. Karena TK dan kelas 1,2,3 itu pulangnya masih pagi. Jangan sampai nanti buat makan siang dimasak pagi, Dinkes minta TK, PAUD, itu sarapan pagi sudah siap,” tutupnya.
Sekretaris Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Pandeglang, Nono Suparno mengatakan, hingga saat ini pihaknya masih menunggu informasi lanjutan dari Badan Gizi Nasional (BGN), terkait pelaksanaan program MBG.
Baca Juga: Abu Vulkanik Erupsi GAK Hujani Pandeglang, Bupati Dewi: Gunakan Masker dan Kacamata
Hal itu, lanjutnya, karena masih ada fasilitas penunjang program tersebut yang belum terpenuhi dan harus menunggu sampai semuanya lengkap. Alan tetapi, secara aturan, pihaknya sudah siap melaksanakan program MBG tersebut.
“Waktu informasi awal, peralatan omprengnya belum lengkap, sekarang ya sama aja, masih belum ada info lanjutan dari BGN. Kami pun lagi-lagi menunggu. Karena kan yang utama itu kan anggaran dari pusat, tapi soal jadwal pelaksanaan dan target siswa, sampai sekarang kami belum dapat info dari BGN,” imbuhnya. (adib)
























