SATELITNEWS.COM, TANGSEL—Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Tangerang Selatan (Tangsel) mengakui penumpukan sampah di Jalan RE Martadinata, Kecamatan Ciputat imbas kurangnya pengangkutan yang maksimal. Akhirnya, sampah yang berada persis di depan Pasar Cimanggis itu menggunung.
Kepala Bidang Persampahan DLH Tangsel, Tubagus Aprilliadhi terdapat tiga faktor menjadi penyebab permasalahan itu muncul. Pertama, terdapat armada truk yang rusak, lalu armada yang ditahan oleh polisi dan kondisi tempat pembuangan akhir (TPA) Cipeucang.
Soal armada yang rusak, sudah dioptimalkan secara bertahap. Kemudian truk yang ditahan polisi merupakan buntut kecelakaan lalu lintas yang melibatkan armada milik DLH Tangsel pada beberapa bulan lalu hingga kini masih berproses, dan TPA Cipeucang yang krodit membuat sampah yang masuk jadi tidak maksimal.
“Iya, makanya tidak maksimal. Insya Allah kita operasi bersih pelan-pelan dua hari berikutnya juga sudah bersih ko. Kita sudah operasi bersih, mulai tiga hari lalu memang tidak banyak bertahap,” ujarnya saat dikonfirmasi, Senin (3/3).
“Ada satu memang rusak. Kalau penurunan pola pengangkutan karena memang kita TPA sedang lagi perbaikan saja, sedang dirapikan. Bukan penuh sih, karena kan musim hujan kita kan harus nyerapin sampahnya dulu agar tidak jadi bencana,” lanjut Tubagus.
Kata Tubagus, operasi bersih tidak bisa dikejar dengan durasi singkat. Namun, ia menyebut dalam waktu dua hari ke depan permasalahan ini bakal selesai.
Baca Juga: Warga Komplek Nusa Indah Tolak Pembangunan SMPN 25 Tangerang Selatan, Ini Alasannya
“Insya Allah dua hari ini juga keliatan karena kalau kita full opsih krodit nanti di pembuangan. Kita kalau tidak salah dua sampai tiga kali deh dalam satu hari. Harusnya kalau opsih kan bisa lima kali sampai tujuh kali, tapi karena ada krodit dan kerusakan itu tiga kali,” bebernya.
Diberitakan sebelumnya, penumpukan sampah terjadi di Jalan RE Martadinata, Kecamatan Ciputat, Kota Tangerang Selatan (Tangsel) tepatnya di depan Pasar Cimanggis, pada Minggu (2/3/2025). Penumpukan sudah berlangsung berhari-hari lantaran tidak diangkut petugas terkait. (eko)
























