SATELITNEWS.COM, TANGSEL–Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dibagikan kepada siswa di Kota Tangerang Selatan (Tangsel) kembali bergulir setelah sempat libur paa awal Ramadan. Pendistribusian dilakukan sejak Kamis (6/3/2025). Namun, terdapat perubahan menu MBG selama bulan Ramadan.
Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Tangsel Nindy Sabrina menyampaikan bahwa, pihaknya melakukan penyesuaian menu selama bulan Ramadan, Penyesuaian dilakukan berlandaskan petunjuk teknis dari Badan Gizi Nasional (BGN).
“Jadi kalau untuk selama bulan Ramadhan, kita makanannya itu berupa makanan kering kayak biskuit, sereal, ada buah, ada susu, telur rebus, sama kurma. Jadi satu hari tuh gak full isinya semua itu, jadi mungkin ada sekitar 4 item yang kita kasih,” ujarnya saat ditemui di Dapur Gizi Jalan Promoter, Kecamatan Serpong, Jumat (7/3).
Nindy menjelaskan, makanan itu dipilih dikarenakan tidak mudah basi untuk disantap saat sudah berbuka puasa. Pendistribusian juga dilakukan normal ke sekolah-sekolah sejak pagi menyesuaikan dengan jam masuk. Kantong berisi makanan itu diperbolehkan untuk dibawa pulang ke rumah.
“Nanti kita kemas di satu totebag, habis itu dikasihkan ke anaknya, jadi tetap di pagi hari semua kita kirim, jadi mereka bisa bawa pulang. Bisa tahan lama, dimakan sampai maghrib. Habis itu besoknya kita kasih yang baru lagi,” katanya.
Walaupun terdapat perubahan menu, kata Nindy, varian menu tetap dibedakan dengan persentase gizi yang sudah disesuaikan bagi anak-anak. Komposisi itu sudah meliputi kebutuhan kalori, hingga protein untuk kebutuhan anak seusianya.
“Setiap hari kita beda, kita tetap pakai persenan angka kecukupan gizi. Jadi kita udah hitung dengan ahli gizi, jadi keperluannya sekitar 25 persen kebutuhan gizi anak satu hari. Nanti kita sesuaikan sama makanan yang kita kasih,” jelasnya.
Kata Nindy, aktivitas didapur tidak begitu intens dalam menyiapkan menu makanan dengan 14 menu setiap harinya. Pasalnya, rata-rata makanan itu tinggal dilakukan pengemasan.
“Kalau masak di dapur kemungkinan cuman telur rebus aja. Jadi ada telur ayam sama telur puyuh kita kasih. Jumlah kita sesuaikan sama jumlah yang masuk. Karena kita pelaporan ke BGN sesuai jumlah siswa yang masuk,” ucapnya.
“Kita kan sesuai dari Dinas Pendidikan masuknya sampai tanggal 20 ya, jadi ada sekitar 14 hari. Jadi kita mix-mix aja semuanya, jadi kalau misalnya ada buah pun, buahnya juga ganti-ganti kaya jeruk, pisang, apel gitu,” imbuh Nindy. (eko)