SATELITNEWS.COM, LEBAK—Uang pecahan ribuan hingga puluhan ribu biasanya menjadi buruan masyarakat jelang hari raya Idulfitri. Biasanya rupiah dalan pecahan lebih kecil itu dijadikan “THR” untuk handai taulan atau keponakan ketika Lebaran tiba.
Untuk mendapatkan uang tersebut, biasanya masyarakat memilih menukarkannya. Di Kabupaten Lebak Bank Indonesia (BI) juga membuka layanan penukaran uang tersebut. Namun, sistem daring yang digagas oleh pihak bank banyak dikeluhkan warga Lebak karena dinilai tidak efektif.
Acep Nazmudin salah satunya. Dia mengeluhkan sistem berbasis daring yang digagas pihak BI untuk mendapatkan tukar uang. Karena, tak sedikit warga Lebak yang tidak kebagian. “Dari kemarin mau daftar (https://pintar.bi.go.id) susah masuknya, sudah masuk ternyata kuotanya sudah penuh,” kata Acep, di depan Masjid Agung Al-A’raaf Rangkasbitung yang menjadi tempat penurunan uang yang dilakukan BI, Senin (10/3/2025).
Lebih kecewannya lagi, Acep menuturkan kuota lebih banyak didapat warga di luar Lebak. Artinya, kebijakan lewat daring ini bisa dimanfaatkan oleh masyarakat diluar Lebak maupun sebaliknya. “Kurang efektif lah menurut saya, harusnya walaupun dengan sistem online tapi tidak seperti ini kondisinya warga Lebak banyak yang tidak kebagian padahal kegiatan di Lebak,” tandasnya.
Warga Tangerang David, rela menukarkan uang dan memilih Kabupaten Lebak lantaran sudah mencoba daftar daring melalui website Pintar Bank Indonesia dengan memilih lokasi Masjid Al-Azhom Kota Tangerang, namun tidak kebagian kuota.
Alhasil dia memilihi lokasi lain dan mendapat kuota di Rangkasbitung, Kabupaten Lebak. “Saya war kuota pendaftaran dari jam 09.00 pagi kemarin tapi enggak kebagian, sebelumnya coba pilih di Tangerang dan Jakarta sudah penuh semua, dapatnya di sini,” ujar dia.
Saat penukaran di Rangkasbitung, David harus terlebih dahulu antre untuk mendapatkan nomor tiket penukaran dengan menunjukan bukti pendaftaran daring dan KTP. “Ya antre dulu untuk mendapatkan tiket penukaran. Alhamdulilah sudah dapat,” katanya.
David mengendarai sepeda motornya dari rumahnya di Poris, Kota Tangerang ke Rangkasbitung di Kabupaten Lebak. Butuh waktu dua jam untuk perjalanan tersebut karena berjarak sekitar 65 kilometer. “Dari rumah jam 07.30 sampe sini 09.30, sudah ada beberapa yang antre saya dapat nomor antrean 19,” kata David di lokasi penukaran depat Masjid Agung Al-Araaf Rangkasbitung, Senin.
Melalui keterangan tertulis yang diterima SatelitNews.Com dari Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Banten, menyiapkan dana sebesar Rp 2,7 triliun untuk kebutuhan penukaran uang pada momen Ramadan dan Idul Fitri 2025.’
Sebanyak 52 titik lokasi penukaran uang akan disediakan untuk melayani masyarakat yang tersebar di seluruh wilayah di Provinsi Banten. “Layanan penukaran uang Rupiah dapat langsung dilakukan di loket kantor bank yang tersebar di 52 lokasi di wilayah Banten, maupun layanan penukaran uang Rupiah melalui kegiatan kas keliling di beberapa titik,” kata Kepala Perwakilan BI Banten Ameriza M. Moesa.(mulyana)