SATELITNEWS.COM, LEBAK—Kabupaten Lebak berpeluang diguyur hujan menjelang Lebaran. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lebak pun mengimbau kepada pemudik untuk mewaspadai titik-titik longsor baik di jalur Lebak utara maupun selatan.
Kepala Pelaksana BPBD Lebak Febby Rizki Pratama menyampaikan, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) telah mengeluarkan prediksi cuaca dari akhir Maret hingga awal April 2025. “Yang disampaikan BMKG ke kami memang ada peluang untuk turun hujan di wilayah Kabupaten Lebak. Nah ini juga yang harus diwaspadai oleh pemudik, sebab Lebak salahsatu daerah di Banten yang memiliki kerawanan tinggi terhadap longsor,” kata Febby kepada SatelitNews.Com, Rabu (12/3/2024).
Perayaan Idulfitri menjadi momentum bagi masyarakat untuk berkumpul bersama keluarga. Oleh karena itu, untuk mengantisipasi jalur mudik maupun jalur wisata saat Lebaran, BPBD dan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Lebak juga sudah memetakan daerah daerah yang memang rawan longsor.
“Yang harus diwaspadai oleh pemudik titik rawan longsor yaitu daerah Panggarang, Cibeber, Cilograng, Gunung Kencana Cijaku, sementara yang ke Baduy itu Kecamatan Cimarga, Leuwidamar dan Bojongmanik,” ungkap Febby.
Namun demikian, Febby menambahkan, seiring Kabupaten Lebak beberapa hari terakhir terus diguyur hujan ada beberapa titik longsor baru. Sehingga, titik tersebut menjadi harus diwaspadai pemudik. “Itu yang menjadi titik fokus kami (daerah) karena beberapa kali terjadi longsor, ditambah juga hujan yang cukup deras beberapa hari ini banyak titik longsor baru. Jadi selain titik longsor yang lama fokus kita juga terhadap titik longsor yang baru terutama di wilayah Cilograng-Cibeber,” tutur Febby.
“Dan ini juga menjadi PR bagi kita salah satunya yang terjadi di ruas jalan provinsi (Cipanas-Ciparay). Alhamdulilah hasil koordinasi mereka juga akan standby alat berat dan walaupun terjadi longsor di ruas jalan kabupaten mereka juga akan membantu Pemerintah Kabupaten Lebak dalam penanganannya,” ujar Febby saat disinggung soal longsor di ruas jalan provinsi.
Baca Juga: El Nino Mengancam, Polres Lebak Siapkan Sumur Bor
Sementara untuk jalur wisata selain Lebak Selatan, tetap menjadi fokus dirinya seperti jalur ke objek wisata Baduy di Desa Kanekes, Kecamatan Leuwidamar. “Tentunya jalur wisata Baduy walaupun relatif minim longsor tapi melihat peta gerakan tanah yang dikeluarkan Badan Geologi bahwa daerah sekitar Bojongmanik dan Leuwidamar masih memiliki kerentanan pergerakan tanah dari menengah dan tinggi. Ini juga menjadi kewaspadaan kita,” jelas Febby.
BPBD terus berkoordinasi dengan pemerintah kecamatan, desa maupun unsurainnya untuk terus melakukan imbauan secara masif menjelang arus mudik dan libur Lebaran. “Selain imbauan ke lapangan kita juga akan lebih aktif lagi dalam memberikan informasi terkait titik longsor maupun banjir melalui media sosial BPBD, artinya segala informasinya bisa di lihat oleh masyarakatyang akan melakukan mudik,” imbuhnya. “BPBD mencatat ada 14 Kecamatan rawan longsor. Yang paling banyak itu (longsor) sebenarnya ada di ruas jalan provinsi di Lebak Utara dan Lebak selatan,” tandasnya. (mulyana)
























