SATELITNEWS.COM, LEBAK—Beberapa hari lalu tepatnya pada saat serah terima jabatan di pendopo Pemkab Lebak, Bupati Lebak Hasbi Asyidiki Jayabaya menyebut banyak bantuan sosial yang kurang tepat sasaran.
Merespon hal itu, Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Lebak Eka Darma Putra tidak menampik bahwa tak sedikit masyarakat yang bukan dalam kriteria penerima namun masih mendapat bantuan.
“Di lapangan yang tidak tepat sasaran disebut inclusion dan exclusion error (kesalahan dalam data) pasti ada. Kita akui, karena itu program pusat yang didata di lapangan, diverifikasi dan dilaporkan oleh operator desa untuk kita usulkan ke pusat,” kata Kepala Dinsos Lebak, Eka Darmana Putra, Rabu (12/3).
Eka menyebut, saat ini Kementerian Sosial (Kemensos) menggunakan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) sedang membenahi dan memverifikasi ulang data masyarakat penerima bansos.
“Jadi data penerima bansos BPNT atau PKH yang misalnya sudah dua atau tiga tahun kemudian ekonominya membaik dan kehidupannya sudah layak tentu harus disetop lalu diganti ke yang membutuhkan,” ujarnya.
Namun Eka mengklaim, upaya mengurangi terjadinya penyaluran bansos tidak tepat sasaran juga sudah dilakukan melalui musyawarah desa (musdes). “Sering kita cut off, tapi sekarang ini kita benahi dengan coba verifikasi ulang agar lebih tepat sasaran penerimanya. Jadi kalau keluarga itu dianggap tidak lagi memenuhi kriteria penerima bansos harusnya dikeluarkan dari SIKS-NG (Sistem Informasi Kesejahteraan Sosial Next Generation) Desa oleh operator di desa kemudian diusulkan ke pusat agar dihapus datanya,” papar Eka.
Baca Juga: Kemiskinan di Lebak Turun Tipis, Ini Penjelasan Dinsos
Terkait dengan pembaharuan data, Eka berharap juga peran maksimal dari para pendamping sosial, PKH maupun pendamping desa. “Ini kan bagaimana komitmen dan kemauan untuk membenahi data, bersama-sama mengecek individu-individu yang sudah tidak tepat sasaran agar diusulkan diganti,” katanya. (mulyana)
























