SATELITNEWS.COM, LEBAK — Angka kemiskinan di Kabupaten Lebak menunjukkan tren menurun dalam lima tahun terakhir. Namun penurunan tersebut dinilai belum signifikan sehingga masih menjadi pekerjaan rumah besar bagi pemerintah daerah.
Berdasarkan data Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Lebak, tingkat kemiskinan pada 2020 tercatat sekitar 10,4 persen dan menurun menjadi sekitar 8,2 persen pada 2026.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinsos Lebak, Lela Gifty Cleria, mengatakan penurunan tersebut menunjukkan adanya perbaikan, meski belum maksimal jika dibandingkan dengan kompleksitas persoalan kemiskinan di lapangan.
“Penurunannya ada, tapi masih kecil. Artinya, upaya penanganan kemiskinan masih harus terus diperkuat,” kata Lela, Kamis (16/4/2026).
Menurutnya, salah satu kunci dalam menekan angka kemiskinan adalah pembenahan data masyarakat. Dinsos terus melakukan pembaruan dan validasi data agar penerima bantuan benar-benar tepat sasaran.
Langkah itu dilakukan untuk menghindari kesalahan penyaluran bantuan, baik warga yang seharusnya menerima tetapi belum terdata maupun yang tidak berhak justru mendapatkan bantuan.
Baca Juga: 10 Persen Penerima Bansos di Lebak Dinilai Tak Layak Lagi
“Dengan data yang semakin presisi, program intervensi bisa lebih tepat sasaran dan dampaknya lebih terasa,” ujarnya.
Selain bantuan sosial, Pemerintah Kabupaten Lebak juga mendorong pendekatan pemberdayaan ekonomi masyarakat yang diselaraskan dengan kebijakan pemerintah pusat, termasuk program dari Kementerian Sosial.
Salah satu program yang dijalankan adalah pemberian bantuan modal usaha bagi masyarakat usia produktif secara bertahap untuk mendorong kemandirian ekonomi keluarga.
Di sektor pendidikan, upaya memutus rantai kemiskinan juga dilakukan melalui program Sekolah Rakyat. Program ini ditujukan untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia dari keluarga kurang mampu.
Dalam program tersebut, anak-anak didorong untuk mendapatkan akses pendidikan yang lebih baik, sementara orang tua yang memiliki usaha mikro mendapatkan dukungan permodalan.
“Anaknya kita dorong agar punya masa depan lebih baik, orang tuanya kita bantu dari sisi usaha. Jadi intervensinya menyeluruh,” jelasnya.
Pada 2026, Dinsos Lebak juga menyalurkan bantuan permodalan kepada kelompok rentan. Sebanyak 70 penerima memperoleh bantuan, terdiri dari 50 penyandang disabilitas produktif dan 20 keluarga rentan yang telah memiliki usaha rintisan.
Baca Juga: DPRD Lebak Minta Oknum Dinsos yang Pungli Masyarakat Ditindak Tegas
Program tersebut diharapkan mampu memperkuat ekonomi kelompok rentan sekaligus menjadi langkah konkret dalam menekan angka kemiskinan.
“Yang sudah punya usaha kecil kita dorong agar berkembang. Harapannya, ke depan jumlah penerima bisa terus bertambah,” ungkapnya.
Lela menambahkan, keberlanjutan program pemberdayaan menjadi faktor penting dalam upaya pengentasan kemiskinan. Karena itu, ia berharap dukungan anggaran dari pemerintah daerah maupun pusat dapat terus ditingkatkan agar program berjalan optimal.
“Targetnya tentu kita ingin angka kemiskinan terus turun. Tapi itu harus dibarengi dengan dukungan anggaran yang memadai,” tandasnya. (mulyana)
Ilustrasi warga
