SATELITNEWS.COM, TANGERANG—Proyek Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) di Kota Tangerang hingga saat ini belum juga dimulai. Padahal, bila melihat jadwal, proyek bernilai Rp 2,58 triliun itu harusnya sudah beroperasi pada tahun 2026 mendatang.
Hal ini pun mendapat sorotan dari anggota Komisi lV DPRD Kota Tangerang, Apanudin. Ia menilai PT Oligo Infra Swarna Nusantara (Oligo) selaku investor tidak serius mengerjakan PSEL tersebut.
“Saya pikir emang salah satunya nggak ada keseriusan dari pihak Oligonya. Kalau mereka tidak mau serius dari kesepakatan itu, saya pikir Pemkot Tangerang harus mengambil sikap-lah. Karena permasalahan sampah itu sangat krusial di Kota Tangerang,” ungkap pria yang akrab disapa Jalu kepada SatelitNews.Com Minggu (16/3/2025).
Ia mengaku pesimis bahwa PT Oligo mampu membangun PSEL di Kota Tangerang. Mengingat, kerjasama dengan Pemkot Tangerang sudah berlangsung cukup lama. “40 persen yakin bisa terealisasi, tapi 60 persen ngga yakin bisa terealisasi,” katanya.
Namun menurut wakil rakyat asal Fraksi Partai Gerindra itu, dirinya ingin proyek itu segera dilaksanakan sesuai dengan tahapan-tahapan kontrak yang sudah dilakukan dengan Pemkot Tangerang. “Tapi kita sih lihat dulu isi klausul kesepakatan kontrak kita seperti apa dengan Oligo, kalau emang harus dibatalkan (Oligo) ya kita batalkan. Kita cari investor baru yang mengelola itu,” ucapnya.
Oleh karenanya, Pemerintah Kota Tangerang di bawah pemimpin yang baru yakni Sachrudin-Maryono bisa mengambil sikap tegas kepada PT Oligo. “Kita pengennya sih PSEL ini berjalan, tapi melihat Oligonya seperti itu, pesimis. Kalau program-program pengelolaan sampahnya ya cukup mendukung gitu. Tapi dengan sikap Oligo begini maju mundur, jadi kita pesimis. Saya berharap Wali kota punya sikap yang tegas terhadap PT Oligo,” tandasnya. (hafiz/made)